DPR Bakal Panggil Menteri ESDM Mengklarifikasi Kenaikan Harga Jual Gas ke PGN

Husen Miftahudin    •    Selasa, 08 Aug 2017 16:10 WIB
kementerian esdm
DPR Bakal Panggil Menteri ESDM Mengklarifikasi Kenaikan Harga Jual Gas ke PGN
Ilustrasi. MI/Mohamad Irfan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir mempertanyakan kenaikan harga jual gas dari Lapangan Grissik, Blok Corridor milik ConocoPhilips Indonesia (COPI) ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Batam.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pun bakal dipanggil untuk mengklarifikasi kenaikan harga gas hingga 34 persen itu.

"Kami akan panggil dia (Jonan) untuk mengklarifikasi kebijakannya. Kalau perlu manajemen COPI juga harus hadir," ujar Inas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Inas mengaku bingung dengan kebijakan kenaikan lewat surat bernomor 5882/12/MEM.M/2017 yang diteken Menteri ESDM pada 31 Juli 2017 itu justru menyulitkan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  "Berapa itu kenaikannya? Sementara itu BUMN (PGN), tidak diberi kesempatan dan pilihan," ketusnya.

Lewat keterangan resmi yang diunggah di situs esdm.go.id, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menjelaskan, kenaikan harga gas itu merupakan hal yang wajar lantaran sudah melalui proses business to business (b to b).

"Perubahan harga itu hanya di sisi supply yaitu harga gas COPI ke PGN. Perubahan harga tersebut, prosesnya telah berjalan sejak tahun 2012 dan telah melalui proses b to b juga," ungkap Arcandra, Jakarta, Sabtu 5 Agustus 2017.

Dengan keputusan ini, maka harga jual gas COPI ke PGN mengalami kenaikan USD0,9 atau setara 34 persen dari posisi USD2,6 per MMBTU menjadi USD3,5 per MMBTU. Namun demikian, Arcandra memastikan harga jual gas dari PGN ke pelaku usaha industri atau rumah tangga di wilayah Batam tidak mengalami perubahan.

"Harga COPI sebesar USD2,6 per MMBTU itu memang relatif rendah dibandingkan kontrak gas lainnya dengan sumber gas yang sama. Itu juga telah melalui proses b to b yang wajar untuk menjaga fairness di sisi supply. Yang penting, harga di sisi konsumen tidak naik, bagian dari paradigma energi sebagai modal pembangunan," tegas Arcandra.

Berdasarkan Surat Menteri ESDM 5882/12/MEM.M/2017 juga, PGN tidak diperkenankan menaikkan harga jual gas bumi kepada pembeli setelah adanya persetujuan harga. Meski harga COPI dari PGN naik, tetapi harga dari PGN ke konsumen tidak naik.

Sebagai informasi, formula perhitungan harga jual gas di wilayah Batam terbentuk dari komponen harga beli yang tadinya USD2,6 menjadi USD3,5 per MMBTU. Sementara Toll Fee berkisar USD0,8.

Ada pula Distribution Cost National senilai USD1,6, Niaga USD0,2 dan Margin PGN sebanyak USD0,5 per MMBTU. Formula ini mengacu padaKeputusan Menteri ESDM Nomor 3191 K/12/MEM/2011 tentang Harga Jual Gas Bumi PT PGN (Persero) Tbk kepada PT PLN Batam dan IPP Pemasok Listrik PT PLN Batam.


(SAW)