BI Jangkau, Perluas Pelayanan Uang bagi Masyarakat

M Studio    •    Rabu, 19 Jul 2017 10:00 WIB
bank indonesia
BI Jangkau, Perluas Pelayanan Uang bagi Masyarakat
BI Jangkau untuk menjangkau peredaran uang di kecamatan dan desa (Foto:Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Atambua: Bank Indonesia mengoptimalkan jaringan distribusi yang dimiliki oleh perbankan dan instansi lainnya untuk mendistribusikan rupiah ke seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satu cara yang ditempuh bank sentral adalah melalui pilot project BI Jangkau untuk menjangkau peredaran uang di kecamatan dan desa.

Deputi Gubernur BI, Sugeng mengatakan, BI Jangkau adalah perluasan jalur distribusi uang dan layanan kas BI melalui optimalisasi jaringan Perbankan, Pegadaian, dan/atau Pihak Lain. Tujuan Utama adalah untuk mempercepat distribusi Uang Layak Edar (ULE) ke masyarakat dan mempercepat penyerapan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) di masyarakat.

Dirinya menambahkan, terkendalanya arus balik UTLE diyakini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi clean money policy. Dengan meningkatnya jumlah Kas Titipan, jumlah UTLE yang ditarik meningkat sebesar 14,1 persen atau dari 28 juta bilyet per keping menjadi 32 juta bilyet per keping dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016.

"Diharapkan dengan adanya BI Jangkau arus balik UTLE akan semakin lancar, kontinu dan berkesinambungan," kata Sugeng usai Peresmian Pilot Project BI Jangkau di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain, Atambua, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Juli 2017.

Pilot project BI Jangkau akan dilakukan di delapan provinsi yang memiliki daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yaitu Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi menyebutkan jika pihaknya juga membuka Kas Titipan sebagai titik distribusi uang yang dilaksanakan oleh Bank Umum yang ditunjuk oleh BI. Tujuannya adalah kepanjangan tangan dari bank sentral dalam melakukan peredaran uang.

"Tujuan dari Kas Titipan adalah memperluas jaringan distribusi layanan kas untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam rangka mendukung clean money policy. Saat ini sudah dibuka 83 Kas Titipan dari Sabang sampai Merauke dan akan mencapai jumlah 109 pada akhir tahun 2017," kata dia.

Kas Titipan berlokasi di kota/ kabupaten sehingga keberadaan Kas Titipan diyakini dapat mencakup 515 kota dan kabupaten. Namun karena kondisi geografis Indonesia yang sangat luas terutama daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) jumlah 109 Kas Titipan dirasakan tidak cukup.

Dalam kesempatan ini juga dipastikan tersedianya Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Layanan Penukaran Valuta Asing (money changer) untuk melayani masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menunjukan bahwa rupiah telah tersedia mulai dari titik terdepan NKRI, sesuai dengan UU Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011 mengenai kewajiban menggunakan rupiah.

"Bank Indonesia akan terus melakukan sinergi dengan perbankan dan pihak lainnya untuk mengedarkan Uang Rupiah yang berkualitas baik ke seluruh wilayah NKRI, hal ini dilakukan dalam rangka mendukung clean money policy dan menjaga kedaulatan negeri," ujarnya.


(ROS)

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

5 hours Ago

Tiga maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya melakukan kebijakan me…

BERITA LAINNYA