Harga Cabai Picu Deflasi di Madiun

   •    Sabtu, 15 Apr 2017 17:22 WIB
inflasi deflasi
Harga Cabai Picu Deflasi di Madiun
Ilustrasi. (FOTO: MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Madiun: Turunnya harga komoditas cabai rawit merah di Kota Madiun, Jawa Timur pada Maret 2017 telah memicu terjadinya deflasi -0,06 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 125,38.

Harga komoditas bumbu pedas tersebut di sejumlah pasar tradisional Kota Madiun dalam sebulan terakhir mengalami penurunan secara bertahap, dari semula mencapai sekitar Rp130.000 per kg (kg) kini berkisar Rp50.000-Rp60.000/kg.

"Deflasi di sini dipengaruhi oleh turunnya IHK sejumlah komoditas. Yang paling dominan adalah cabai rawit," ujar Kepala Seksi Statistik dan Distribusi BPS Kota Madiun, Adi Priyanto, dalam rilisnya kepada Antara, Sabtu 15 April 2017.

Selain cabai rawit, komoditas yang memengaruhi terjadinya deflasi pada Maret 2017 di antaranya daging ayam ras, tarif pulsa telepon seluler, daging sapi, dan telur ayam ras.

Sedangkan sejumlah komoditas yang menekan terjadinya deflasi adalah, tarif listrik, es, pecel, lele, dan rokok kretek. Menurut dia, dari tujuh kelompok komoditas pengeluaran, terdapat tiga kelompok yang mengalami deflasi dan empat kelompok lainnya mengalami inflasi.

Adapun, yang mengalami deflasi adalah, kelompok bahan makanan sebesar -1,56 persen; kelompok kesehatan sebesar -0,02 persen; serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,14 persen.

Sedangkan yang menekan deflasi di antaranya kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang mengalami kenaikan indeks sebesar 0,89 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,26 persen; kelompok sandang sebesar 0,16 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,11 persen.

Ia menambahkan, dari delapan kota penghitung deflasi nasional di Jawa Timur, seluruhnya mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Probolinggo sebesar -0,29 persen dengan IHK 124,30.

"Sedangkan, deflasi terendah terjadi di Kota Madiun dan Kota Surabaya masing-masing -0,06 persen dengan IHK 125,38 dan 128,10," katanya.

Sementara, secara rinci, kedelapan kota yang mengalami deflasi tersebut adalah Kota Madiun -0,06 persen IHK 125,38; Surabaya -0,06 persen IHK 128,10; Malang -0,09 persen IHK 128,38; Kediri -0,13 persen IHK 124,41. Kemudian, Jember -0,15 persen IHK 124,43; Sumenep -0,15 persen IHK 124,44; Banyuwangi -0,20 persen IHK 123,49; dan Probolinggo -0,29 persen IHK 124,30.


(AHL)