Penguatan Rupiah karena Dolar AS Kurang Menarik

Suci Sedya Utami    •    Senin, 11 Sep 2017 19:25 WIB
rupiah menguat
Penguatan Rupiah karena Dolar AS Kurang Menarik
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara. ANT/Yudhi Mahatma.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pagi tadi, Senin 11 September, 2017 Rupiah dibuka ke posisi Rp13.187 per USD atau naik ketimbang penutupan pada akhir pekan lalu yang mencapai Rp13.307 per USD.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan kurs merupakan pergerakan yang dipengaruhi dari faktor dalam negeri maupun faktor luar negeri.

Untuk faktor luar negeri, Mirza memandang karena adanya rencana kenaikan suku bunga AS, Fed rate yang tak seperti perkiraan awal sehingga membuat mata uang USD tak menarik.

"Ini yang membuat kenapa USD kurang menarik, karena kurang menarik makanya dananya masuk ke emerging countries yang prospeknya bagus," kata Mirza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 11 September 2017.

Dirinya menjelaskan, pada awal tahun perkiraan BI dan juga pasar keuangan terkait ekonomi AS akan tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Namun pada kenyataannya tak demikian, Inflasi yang tadinya diperkirakan akan brada di atas dua persen, nyatanya ada di bawah dua persen.

Kondisi tersebut membuat bank sentralnya yang sebelumnya diprediksi bakal menaikkan bunga sebesar tiga atau empat kali di tahun ini, kemungkinan hanya menjadi dua kali. Atau dengan kata lain kemungkinannya tak ada kenaikan di September dan Desember. Hal tersebut membuat mata uang USD melemah terhadap mata uang global.

"Indeks USD terus menurun, bahkan yield SUN Pemerintah AS untuk 10 tahun sekarang hanya sekitar dua persen. Nah ini kemudian membuat mata uang negara emerging market termasuk Indonesia kembali menarik, sehingga capital outflow masuk lagi ke Indonesia," jelas Mirza.





(SAW)