Penyebab Market Share Perbankan Syariah Masih Kecil

Angga Bratadharma    •    Rabu, 28 Nov 2018 21:19 WIB
perbankan syariah
Penyebab <i>Market Share</i> Perbankan Syariah Masih Kecil
Ilustrasi -- Foto: MI/ PANCA SYURKANI

Kuningan: Market share perbankan syariah di Indonesia belum tumbuh tinggi dari tahun ke tahun. Perlu upaya bersama terutama dari sisi sosialisasi yang dilakukan terus menerus agar market share tersebut bisa tumbuh lebih baik lagi, terutama berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Komisaris Utama Bank Syariah Mandiri Mulya Siregar mengatakan persoalan masih kecilnya market share perbankan syariah di Indonesia sudah lama dibahas oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Bahkan, penyederhanaan penggunaan kata dalam istilah perbankan syariah sudah dilakukan tetapi masih belum menunjukkan hasil signifikan.

“Saya masih ingat waktu saya di BI, Pak Darmin (saat itu Gubernur BI) meminta agar dibuat aturan untuk menyederhanakan istilah. Misal pembiayaan jual beli dalam tanda kurung murabahah. Itu sudah selesai sebenarnya. Tapi yang paling mendasar itu permasalahan sosialisasi atau edukasi syariah yang jangan berhenti,” kata Mulya, dalam Media Training Mandiri Syariah, di Kuningan, Jawa Barat, Rabu, 28 November 2018.

Permasalahan lainnya, tambah Mulya, masyarakat di Tanah Air masih membandingkan antara bank konvensional dengan bank syariah terkait pemberian suku bunga atau bagi hasil. Tidak jarang, sebagian masyarakat menempatkan dana mereka di bank syariah tetapi mengakses pembiayaan atau kredit di bank konvensional. Hal semacam ini yang patut diperhatikan dan dicarikan jalan keluar bersama.

Menurutnya bank syariah harus mengedepankan efisiensi sekarang ini dan di masa mendatang guna menekan besarnya bagi hasil atau rate yang diberikan. Jika rate dari pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari bank syariah sama-sama kompetitif maka bisa memicu efisiensi dan nantinya berpeluang menekan rate yang dianggap masyarakat lebih mahal dibandingkan dengan bank konvensional.

“Intinya kalau umpamanya rate dari pembiayaaan dan DPK tidak kompetitif akan sulit bersaing. Itu PR dari semua bank syariah dam tidak hanya Mandiri Syariah saja. Jadi efisiensi perlu ditingkatkan. Saat efisiensi sudah mumpuni dengan konvensional maka rate dengan sendirinya akan baik juga,” pungkas Mulya.



(Des)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA