Yusril Khawatirkan Teror Bom Ganggu Perekonomian

Fachri Audhia Hafiez    •    Selasa, 15 May 2018 09:27 WIB
Teror Bom di Surabaya
Yusril Khawatirkan Teror Bom Ganggu Perekonomian
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra. (ANT)

Jakarta: Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengkhawatirkan aksi teror bom yang terjadi di Surabaya dapat mengganggu perekonomian. Terlebih, menjelang bulan Ramadan.

"Sehari setelah ledakan bom di depan tiga gereja di Surabaya terjadi menjelang datangnya bulan Ramadan, banyak warga yang khawatir dengan situasi. Sehingga beberapa mall dan kegiatan bisnis serta sekolah terhenti," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Selasa, 15 Mei 2018.

Yusril memandang, isu teror bom dapat menyusahkan masyarakat kecil yang mencari nafkah untuk makan sehari-hari.

"Bayangkan puasa dan lebaran tidak punya uang, dampaknya akan luar biasa bagi masyarakat kecil dan menengah," tutur Yusril.

Yusril mengatakan, kondisi tersebut diperparah dengan aksi susulan yang terjadi pada di Mapolresta Surabaya pagi tadi. Dia bilang, bila keadaan ini berlanjut, maka perekonomian akan bertambah lesu dan berpotensi menganggu stabilitas negara.

"Dengan meluasnya rasa takut, maka masyarakat pun enggan ke luar rumah dan melakukan aktivitas-aktivitas ekonomi," ujar Yusril.

Yusril mengimbau pada masyarakat agar tidak memalingkan perhatian dari kesulitan ekonomi. Kurs dollar AS yang terus menekan rupiah dan beban utang negara, menurut Yusril kian mencemaskan.

Pakar Hukum Tata Negara ini juga menegaskan, teror bom jangan membuat perhatian negara beralih dan persoalan politik yang menjadi agenda nasional, yakni Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. 

Tujuan teror, lanjut Yusril, adalah menciptakan ketakutan yang meluas kepada warga masyarakat. Kalau ketakutan itu meluas, maka tujuan dari tindakan teror menjadi tercapai. 

"Meskipun kita harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi serangan teroris dan bersatu padu melakukan perlawanan, namun jangan dilupakan adanya suasana yang kondusif agar beban hidup rakyat kecil tidak makin parah," tandas Yusril.


(SCI)