BRI Usul Pembaruan Sistem KUR Petani

Kautsar Widya Prabowo    •    Rabu, 11 Apr 2018 15:39 WIB
kurpetanibri
BRI Usul Pembaruan Sistem KUR Petani
Ilustrasi. (Foto: Antara/Hendra).

Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengusulkan sistem pembayaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada petani diubah. Hal tersebut terkait rencana pemerintah merevitalisasi penggilangan padi dan pengeringan (drayer) melalui KUR.

Direktur Kredit Mikro dan Ritel BRI Priyastomo menjelaskan petani seringkali menunggak pembayaran KUR karena masa pembayaran tidak bisa mengikuti masa panen.

"Saat enggak musim panen, petani enggak ada aktivitas penggilingan, sedangkan mereka harus membayar bunga setiap bulan. Kalau bisa mengikuti masa panen, namanya yarnen," kata dia ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Ia menambahkan permasalahan harga jual gabah yang murah, karena petani belum memiliki alat pengering yang memadai. Mereka hanya mengandalkan cuaca untuk menjemur.

"Kesulitan petani tidak ada alat pengering. Pengeringnya hanya di jalan. Kalau mereka enggak sabar apalagi musim hujan, bisa mendapat harga gabah yang murah karena kondisinya masih basah," tambahnya.

Ia mengharapkan dengan adanya bantuan pengeringan nanti, petani bisa menjual harga gabah yang lebih mahal. Selain itu pihaknya telah melakukan pembiayaan padi melalui KUR pada tahun lalu, dengan produksi mencapai 40,5 persen. Angka tersebut telah sesuai dengan aturan pemerintah. 

Namun Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) menginginkan pemerintah menetapkan pembaiyaan yang meyeluruh ke penggilingan padi.

"Yang dikasih itu baru sebagian kecil karena jumlahnya sangat banyak penggilingan itu. Tapi untuk aturan pengillingan yang bisa dibiayai akan ditetapkan Menko," tuturnya.

Saat ini pihaknya telah memprioritaskan penggilingan kecil yang berkisar 270 ribu, sedangkan penggilingan besar yang berjumlah 2.000 dan sedang berjumlah 8.000 tidak menjadi prioritas.

"Yang diprioritaskan yang kecil. Yang besar rata-rata sudah jalan karena dimiliki pedagang besar," tutur dia.

Pihaknya menargetkan pekan depan akan menyelaraskan kebijakan tersebut bersama dengan aturan dari pemerintah terkait revitalisasi penggilingan padi.

 


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA