Kian Kinclong, Harga Emas Terus Berkilau

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 16 Apr 2018 10:24 WIB
harga emas
Kian Kinclong, Harga Emas Terus Berkilau
Ilustrasi. (Foto: Antara/Yusran).

Jakarta: Pergerakan harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau bergerak menguat tipis pada perdagangan Senin pagi ini. Penguatan emas ini terdorong geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip laman Logam Mulia Antam, Senin, 16 April 2018, harga emas tercatat berada di level Rp663 ribu per gram atau menguat Rp2.000 per gram dari sebelumnya di Rp661 ribu per gram.Senada, harga pembelian kembali (buy back) emas terpantau berada di Rp587 ribu per gram dari sebelumnya di Rp585 ribu per gram.

"Harga dan ketersediaan stok bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan," tulis manajemen dalam situs resmi Logam Mulia Antam.

Adapun harga dan ketersediaan stok bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Harga emas di PT Pos Indonesia mengacu pada harga Butik Emas LM terdekat. Harga emas batangan sudah termasuk PPh 22 di 0,9 persen. Sertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange kembali menguat pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) karena ekuitas jatuh dan ketegangan Suriah bertahan. Sedangkan kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik USD6 atau 0,45 persen menjadi menetap di USD1.347,90 per ons.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 April 2018, adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 18,5 sen atau 1,12 persen menjadi menetap di USD16,658 per ons. Platinum untuk Juli turun sebanyak USD1,7 atau 0,18 persen menjadi ditutup pada USD933,10 per ons.

Permintaan investasi safe haven sebagian besar didorong oleh ketegangan atas Suriah. Presiden AS Donald Trump telah meninjau opsi militernya di Suriah, sementara Amerika Serikat melanjutkan penumpukan militernya di timur Mediterania.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat memperingatkan akan bahaya eskalasi militer secara penuh di Suriah. Ketua PBB mendesak semua pihak untuk mencegah hal-hal dari luar kendali. Juga pada Jumat, Presiden Federal Reserve St Louis James Bullard mengecilkan signifikansi data inflasi baru-baru ini untuk kebijakan moneter.

Dia mengklaim bahwa risalah rapat kebijakan Fed di Maret salah dirangkum sebagai gambaran semua peserta dan menemukan kebutuhan untuk kenaikan suku bunga lebih banyak. Komentar Bullard menawarkan dukungan tambahan untuk logam mulia itu.


(AHL)