MEA, Momentum Meningkatkan Kekuatan ASEAN

Husen Miftahudin    •    Selasa, 20 Sep 2016 09:26 WIB
mea 2015
MEA, Momentum Meningkatkan Kekuatan ASEAN
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (ketiga dari kiri). (FOTO: Dokumentasi Kemenperin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi momentum penting untuk semakin meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling melengkapi satu sama lain. Menurut Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, selama ini mayoritas perdagangan negara-negara anggota ASEAN justru dilakukan dengan negara-negara non ASEAN.

"Kami melihat, implementasi MEA ini dapat menunjukkan potensi perdagangan intraregional ASEAN yang harus dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemberlakuan MEA diharapkan dapat membentuk kekuatan pembangunan ekonomi di kawasan ASEAN secara keseluruhan," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Dikatakannya bahwa Kemenperin sejak lama telah memetakan sektor-sektor industri yang perlu diperkuat penetrasi pasarnya di dalam negeri dan sektor industri yang perlu dipersiapkan untuk bersaing di pasar ASEAN. Sektor industri yang diyakini bisa bersaing di pasar ASEAN diantaranya, sektor industri agro (kakao, karet, CPO), perikanan dan produk olahan ikan, tekstil dan produk tekstil, alas kaki dan kulit, furnitur, makanan dan minuman, pupuk dan petrokimia, industri otomotif, mesin dan perkakas, serta industri besi dan baja.

"Selain mempersiapkan strategi ofensif untuk menembus pasar ASEAN, kami juga telah mengantisipasi dengan strategi defensif untuk penguatan pasar dalam negeri terhadap sektor industri tertentu seperti industri otomotif, elektronik, semen, pakaian jadi, alas kaki, makanan dan minuman, serta furnitur," paparnya.

Di samping itu, Airlangga mengingatkan agar Indonesia bisa terus meningkatkan berbagai aspek yang terkait indeks daya saing global. Selanjutnya, penguatan dan pendalaman struktur industri dalam rangka peningkatan daya saing produk perlu dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.

"Terakhir, peningkatan kualitas sumber daya manusia industri yang juga sangat mendesak untuk dilakukan melalui sertifikasi kompetensi," tegas dia.

Airlangga mengharapkan agar emiten atau perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia, khususnya industri manufaktur, terus berekspansi di Indonesia. Pemerintah sendiri akan menyiapkan insentif bagi para emiten industri yang bersedia melakukan peningkatan kapasitas di dalam negeri. Apalagi, menurutnya, industri manufaktur yang sudah jadi perusahaan publik atau berstatus terbuka dinilai telah unggul‎ di sektornya.

"Kami akan memanggil pelaku industri yang telah melantai di bursa terutama sektor manufaktur untuk ekspansi karena demand-nya masih ada.Mereka sebagai perusahaan yang di sektornya sudah unggul. Bagi yang sudah berinvestasi,kami berikan kesempatan untuk ekspansi," ujarnya.

Airlangga mengungkapkan, terkait pembiayaan ekspansi, sebagai perusahaan yang telah melantai di bursa, seharusnya tidak sulit untuk mendapatkan dana perluasan usaha. Selain itu, dengan adanya amnesti pajak diharapkan akan meningkatkan kepercayaan investor untuk memasukan dananya ke Indonesia.

"Untuk‎ pembiayaan mereka sudah di capital market, jadi lebih mudah. Dan, tax amnesty ini momentum untuk meningkatkan kembali kepercayaan pasar. Ini bisa dimanfaatkan," tutup Airlangga.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA