Indonesia tak Ingin Kelapa Sawit Dibuat Kampanye oleh UE

   •    Kamis, 18 Jan 2018 19:04 WIB
kelapa sawit
Indonesia tak Ingin Kelapa Sawit Dibuat Kampanye oleh UE
Ilustrasi. Ant/IGGOY EL FITRA.

Jakarta: Indonesia menyesali keputusan Parlemen Eropa yang mengeluarkan produk kelapa sawit (CPO) dari kategori energi baru terbarukan (EBT).

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan posisi Indonesia tetap menolak keberadaan CPO yang dijadikan alat Uni Eropa untuk melakukan kampanye hitam (black campaign) dengan isu merusak lingkungan.

"Kita enggak mau itu dibuat campaign," kata Enggar ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Januari 2018.

Enggar mengatakan, Indonesia juga telah berkali-kali mengajukan protes secara resmi terkait polemik kelapa sawit, seperti yang juga dilakukan oleh Malaysia.

"Kita juga sudah sampaikan, sudah sama-sama proses, kita sudah sampaikan resmi dan pada waktu APEC juga sudah disampaikan," tutur Enggar. 

Sebelumnya, Parlemen Eropa telah menyepakati revisi terhadap arah kebijakan energi terbarukan (Renewable Energy Directive/RED). Parlemen Eropa menargetkan kontribusi dari produksi biogas dan biolikuid minyak sawit dalam perhitungan konsumsi energi negara anggota Uni Eropa akan menjadi nol sejak 2021.

Hasil voting ini merupakan bagian dari prosedur legislatif umum yang dimulai dengan usulan dari legislatif komisi Uni Eropa dan terdiri dari tiga tahap pembahasan.



(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA