Mentan Imbau Masyarakat Konsumsi Gizi Seimbang

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 15 Feb 2018 13:16 WIB
berita kementan
Mentan Imbau Masyarakat Konsumsi Gizi Seimbang
Mentan Andi Amran Sulaiman menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis, 15 Februari 2018 (Foto:Anggi Tondi Martaon)

Makassar: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyinggung mengenai peringkat permasalahan gizi (stunting) di Indonesia. Berdasarkan Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO), peringkat stunting Indonesia di angka 29 sedunia.

Amran menyebutkan, salah satu penyebab tingkat stunting masih dalam urutan 20 besar yaitu konsumsi gizi yang tidak seimbang.

"Pesoalannya, kita makan sesuai keinginan, bukan kebutuhan. Oleh karena itu kita harus belajar bahwa gizi harus seimbang," kata Amran. 

Hal tersebut dikatakan Amran ketika menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional dan Peresmian Produk Pangan dan Nutrisi Sehat sebagai Dasar Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, yang berlokasi di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis, 15 Februari 2018.

Amran pun mencontohkan kenapa konsumsi gizi di Indonesia tidak seimbang. Salah satunya perbandingan antara asupan karbohidrat dengan protein yang masih tak seimbang. Konsumsi karbohidrat masyarakat Indonesia masih tinggi, mencapai 128 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan, konsumsi protein melalui daging hanya 2,5 kilogram per kapita per tahun.

Dia pun membandingkan tingkat konsumsi protein yang berasal dari daging, antara Indonesia dengan Australia. Konsumsi daging warga Negeri Kangguru mencapai 65 kilogram per kapita per tahun. "Itu harus ditingkatkan (konsumsi protein) masyarakat kita," ucapnya.

Amran mengajak seluruh pihak mengedukasi masyarakat agar mengonsumsi asupan bergizi seimbang. Salah satu caranya, subtitusi asupan gizi pangan seperti protein.

"Protein bisa dari telur. Telur kita sudah ekspor. Ayam, kita sudah ekspor ke enam negara. Itu berarti jumlah protein di Indonesia cukup," sebut dia. "Ikan juga melimpah. Kalau tidak salah, kadar proteinnya 17 persen. Persoalannya bagaimana mengedukasi masyarakat hidup sehat."

Selain menjadi pembicara utama, Amran juga diminta menandatangani prasasti inovasi di bidang pertanian dalam program Pangan dan Nutrisi sebagai Dasar Layanan Kesehatan di Rumah Sakit.

Seminar tersebut juga dihadiri oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Mas Guntur Laupe, bersama Kasdam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Budi Sulistijono, Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu M.A, perwakilan Pemprov Sulawesi Selatan, dan undangan lain.



(ROS)