Mengoptimalkan Buah Lokal Demi Kesejahteraan Masyarakat

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 12 Mar 2018 12:04 WIB
produksi buah lokalpetani
Mengoptimalkan Buah Lokal Demi Kesejahteraan Masyarakat
Ilustrasi. (Foto: Antara/Rekotomo).

Jakarta: Potensi alam yang dimiliki oleh provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) harus bisa dioptimalkan. Selain kaya akan potensi laut, pegunungan dan tambang, juga memiliki buah-buahan lokal yang layak digarap sebagai potensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyebut jika masa depan NTB terletak pada potensi buah-buahannya yang istimewa. Sebab, berbagai komoditas buah-buahan yang tumbuh subur di NTB. Di antaranya, manggis, durian dan rambutan. Justru, manggis dari NTB sudah banyak diminati negara lain, yakni China, Taiwan dan Hong Kong.

"Jika potensi buah-buahan ini digarap dengan optimal, maka kesejahteraan rakyat NTB akan bisa meningkat," kata Moeldoko saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mansyuriah, Bonder, Lombok Tengah, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Senin, 12 Maret 2018.

Moeldoko mengatakan, khusus komoditi manggis saat pelaksanaan upacara imlek ataupun kematian, maka negara-negara seperti Tiongkok, Taiwan, dan Hong Kong akan menjadikan buah-buahan ini sebagai hidangan wajibnya.

"Ke depan potensi ini harus digarap lebih baik. Wajar, buah manggis asal NTB diburu negara Tiongkok saat Imlek, karena memang rasanya sangat enak," ujar Moeldoko.

Namun, dia mengingatkan agar produk buah di NTB meningkatkan daya saingnya. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya saing komoditas produk adalah kualitas serta nilai tambah yang mampu dihasilkan.

Menurutnya, rendahnya nilai harga beberapa komoditas seperti sayuran dan buah-buahan di NTB karena kualitasnya yang tidak diperhatikan dengan baik.

"Buah yang dijual bisa memilki nilai lebih jika kualitas dan mutunya bisa dipertahankan dengan baik. Jika penataan dan pewadahan buah bisa dilakukan dengan baik, saya yakin harga komoditas tersebut memiliki nilai tambah," kata Moeldoko.

Moeldoko menyayangkan para pedagang masih banyak yang tidak berupaya mempertahankan kualitas buah yang mereka jual. Menurutnya, bila kualitas tidak bisa dijaga, maka buah di NTB akan sulit untuk diekspor.

"Kondisi tersebut akhirnya membuat harga buah menjadi murah, karena nilai kualitas dan kebersihannya yang berkurang. Akhirnya, keuntungan yang didapatkan para pedagang juga tidak banyak. Jika buah yang dijual terjamin kebersihan, mutu dan kualitasnya, maka komoditas tersebut akan bernilai lebih tinggi," tuturnya.

Potensi NTB dinilainya sangat besar jika dilihat dari titik berat pembangunan hari ini, Indonesia Timur mendapatkan perhatian yang luar biasa.

"Dulu pembangunan lebih banyak terkonsentrasi di Jawa dan sebagian Sumatera. Sekarang, ini Pemerintah mendorongnya ke seluruh Indonesia. Salah satunya adalah NTB," pungkasnya.

 


(AHL)