Sanksi Menanti Pedagang yang tak Mau Jual Beras Bulog

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 09 Jan 2018 13:16 WIB
berasbulog
Sanksi Menanti Pedagang yang tak Mau Jual Beras Bulog
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita bersama Satgas Pangan siap menindak pedagang pasar yang tidak mau menjual beras Bulog kualitas medium yang didistribusikan saat operasi pasar.

Jika ada pedagang yang tidak mau menjual beras yang digelontorkan pemerintah melalui Perum Bulog, pedagang tersebut disinyalir akan melakukan spekulasi yang justru merugikan rakyat.

"Tangkap (pedagang). Ada satgas karenanya kita keras. Karena itu adalah upaya spekulasi yang merugikan rakyat. Kita tidak akan menolerir itu," tegas Enggartiasto, di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Jakarta Utara, Selasa, 9 Januari 2018.

Seperti diketahui, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras kualitas medium dalam dua hari terakhir tercatat mengalami kenaikan.

Pada Minggu, 7 Januari 2018, harga rata-rata nasional beras kualitas medium sebesar Rp11.041 per kg, sementara pada Senin, 8 Januari 2018 mengalami kenaikan menjadi Rp11.131 per Kg.

Sementara berdasar data dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), dalam satu pekan terakhir harga beras jenis IR-64 II berkisar dari Rp11.100 sampai Rp11.675 per kg. Sedangkan untuk jenis IR-64 III berkisar dari Rp7.800 sampai Rp8.800 per kilogram.


Bulog gelar operasi pasar. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Oleh karena itu, Enggartiasto menjelaskan, operasi pasar ini dilakukan untuk menekan harga tersebut. Operasi pasar telah dilakukan pada Desember 2017. Saat itu operasi pasar dilakukan di 1.172 titik.

Namun karena harga beras belum juga turun, pada Januari 2018 operasi pasar kembali dilakukan di 1.838 titik di 198 pasar seluruh Tanah Air.

"Ya penetrasi saja dulu. Masa sudah sebesar itu enggak turun?" ungkap dia.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menambahkan, sepanjang Januari 2018, Bulog sudah menggelontorkan beras medium ke pasar sebanyak 37.908 ton.

Tetapi, Djarot tidak merinci berapa besar volume beras yang disiapkan untuk operasi pasar kali ini. Ia hanya menyebut Bulog akan menyalurkan beras medium sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga harganya bisa turun.

"Dalam rangka mendorong semakin banyak beras pemerintah di kucurkan ke pasar dengan harapan suplai beras ke masyarakat lebih seimbang dan harga kembali ke harga yang kita harapkan bersama," tutup Djarot.


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

4 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA