Produk Indonesia ke AS Tetap Bebas Tarif

   •    Jumat, 18 Jan 2019 10:41 WIB
kementerian perdaganganindonesia-as
Produk Indonesia ke AS Tetap Bebas Tarif
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan Indonesia masih akan menjadi negara penerima fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) dari Amerika Serikat (AS). GSP merupakan sebuah sistem pembebasan bea masuk yang diberikan AS ke produk-produk tertentu asal negara berkembang termasuk Indonesia.

Kepastian itu didapatkan setelah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bertemu dengan Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Robert Lighthizer dalam rangka agenda kunjungan kerja dan misi dagang ke Negeri Paman Sam.

"Tidak perlu ada kekhawatiran di kalangan eksportir Indonesia untuk memanfaatkan fasilitas GSP ini," ujar Enggartiasto melalui keterangan resmi, Kamis, 17 Januari 2019.

Enggartiasto mengatakan kedua negara begitu memahami bahwa program GSP sedianya menguntungkan seluruh pihak lantaran produk ekspor Indonesia yang mendapat fasilitas GSP memang dibutuhkan pelaku usaha AS.

"Proses produksi mereka bergantung pada komoditas dari kita. Yang mendapat fasilitas GSP itu produk-produk yang tidak diproduksi di AS," tutur Enggartiasto.

Selain bertemu pihak USTR, delegasi Indonesia juga berbincang dengan beberapa pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) AS seperti Footwear Distributors & Retailers of America (FDRA), Royal Chain Group, Nike, Allegheny Technology Incorporated (ATI) Metals, serta Mars Inc.

Seluruh pelaku usaha itu adalah pihak-pihak yang selama ini bergantung pada produk asal Indonesia yang mereka gunakan sebagai bahan baku produksi.

"Mereka pun menyampaikan dukungan terhadap pemberian fasilitas GSP kepada Indonesia karena mereka merasakan manfaat dari kebijakan itu," lanjutnya.

Berbagai dialog yang dilakukan baik dengan pihak pemerintah dan pelaku usaha diharapkan akan memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan AS.

"AS merupakan salah satu negara terpenting tujuan ekspor Indonesia dan sumber investasi asing saat ini. Melalui kunjungan kerja ini, Indonesia terus menjaga dialog terbuka untuk memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi dengan AS," tandasnya.

Delegasi bisnis Indonesia yang menyertai kunjungan kerja kali ini adalah para pengusaha yang berminat mengembangkan ekspor dan impor dan investasi dengan Negeri Paman Sam.

Sehari sebelumnya, Mendag juga telah mempertemukan asosiasi bisnis serta perusahaan AS dengan perusahaan tekstil dan garmen dari Indonesia pada forum bisnis di KBRI.

Ia menyampaikan kemampuan industri tekstil nasional yang dulu pernah menjadi semacam sunset industry saat ini kemampuannya menunjukkan revitalisasi dan peningkatan kembali, dan sejumlah perusahaan Indonesia juga dikenal di dunia akan kualitas produknya.

Dalam tujuh bulan terakhir, pemerintah Indonesia telah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan AS agar status Indonesia dapat tetap dipertahankan di bawah skema GSP. (Media Indonesia)

 


(AHL)