Bos Krakatau Yakin Industri Baja Membaik di 2019

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 05 Jan 2019 08:32 WIB
krakatau steel
Bos Krakatau Yakin Industri Baja Membaik di 2019
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Jakarta: Manajemen PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) meyakini pertumbuhan bisnis industri baja di tahun ini semakin membaik. Apalagi, hal itu didukung dengan adanya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 110 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi Baja dan Baja Panduan dan Produk Turunannya.

"Usai Permendag 110 pastinya lebih bagus (industri baja tahun ini)," kata Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.

Silmy menjelaskan selama ini industri baja lokal tertekan karena tidak adanya aturan mengenai impor baja. Banyak pemain baja di Indonesia yang melakukan impor baja boron.  "Impor boron tidak kena bea masuk dan tidak kena tax rebate. Jadi bagaimana industri nasional bersaing," sebut dia.

Bahkan, lanjutnya, tak hanya menggerus penetrasi pasar Krakatau Steel sebagai pemain untama baja nasional, impor baja boron juga merugikan negara. Silmy menyebutkan akibat impor baja boron akhirnya memperlebar defisit neraca perdagangan yang kemudian merembet pada pelemahan rupiah dan juga mengurangi capaian pendapatan negara.

"Jadi ruginya double yakni industri dan negara," sebut dia.

Dengan membaiknya industri baja pada tahun ini, Silmy menambahkan, perusahaan mengusahakan akan mencetak laba tahun ini. Berbagai macam upaya terus dilakukan dengan didukung makroekonomi yang kian membaik.

"Kita sedang mengupayakan mencetak laba," tutup dia.


(ABD)