Dukung Kampanye Yuk Nabung Saham, BCA Sabet Penghargaan

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 31 Aug 2016 00:00 WIB
berita bca
Dukung Kampanye Yuk Nabung Saham, BCA Sabet Penghargaan
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperoleh penghargaan dari pemerintah atas komitmennya dalam mendukung kampanye Yuk Nabung Saham (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperoleh penghargaan dari pemerintah atas komitmennya dalam mendukung kampanye Yuk Nabung Saham. Penghargaan ini diberikan sekaligus untuk memperingati HUT ke-39 Pasar Modal bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Kampanye “Yuk Nabung Saham” pertama kali diluncurkan pada acara Investor Summit & Capital Market Expo 2015 oleh KPEI bersama OJK, BEI dan KSEI. Kampanye tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla pada 12 November 2015. Ada pun tujuan kampanye untuk meningkatkan awareness masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad kepada salah satu perwakilan BCA yakni Branko Windoe yang menjabat Kepala Divisi Treasury, pada Rabu (10/8/2016).

Melalui penghargaan ini, BCA menunjukkan komitmen serius dalam mendukung setiap kebijakan pemerintah dan mendorong masyarakat mulai menabung saham.

Pada kesempatan itu, turut hadir Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada pun pembukaan perdagangan yang dilakukan Menkeu Sri Mulyani ini sekaligus merayakan hari jadi ke-39 diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Pada pembukaan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada level 5.445 atau naik 0,09 persen.

Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Nurhaida menilai, kehadiran Menkeu Sri Mulyani berkontribusi terhadap meningkatnya optimisme investor di pasar modal di Indonesia, termasuk mempertebal komitmen tersebut. Diharapkan kondisi ini terus berlanjut dan menumbuhkan pasar modal di Tanah Air lebih maksimal.

Nurhaida menjelaskan, pergerakan IHSG mampu mencapai level 5.000, yakni pada 30 Juni 2016, setelah disetujuinya UU Pengampunan Pajak. Ini merupakan terobosan kebijakan pemerintah yang langsung direspons positif oleh pelaku pasar modal.

“Puncaknya, saat Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet pada 27 Juli lalu, dan membawa kembali Sri Mulyani, IHSG langsung naik 5.247,36 dengan transaki saham hampir Rp6 triliun," kata Nurhaida.


(ROS)