GMF Aero Asia Bantah Dana IPO Disalurkan ke Induk Usaha

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 11 Sep 2017 20:39 WIB
gmf aeroasia
  GMF Aero Asia Bantah Dana IPO Disalurkan ke Induk Usaha
Illustrasi. MI/Angga Yuniar.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Garuda Maintanance Facility Aero Asia (GMF) membantah jika dana segar yang didapatkan dari proses hasil IPO akan digunakan induk usaha yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

"Rumor mengenai dana akan digunakan Garuda, jadi saya sudah jelaskan kalau penggunaan dana murni akan digunakan oleh GMF sendiri," ujar Direktur Utama GMF Aero Asia, Iwan Joeniarto di Hotel Four Season, Jakarta, Senin 11 September 2017.

Iwan menegaskan, dana dari hasil IPO sekitar 60 persen akan digunakan GMF untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di line maintainance, repair & overhaul. Lalu, 25 persen untuk kebutuhan modal kerja GMF dan 15 persen akan dialokasikan untuk refinancing utang perusahaan.

"Tadi saya sudah sampaikan jika 60 persen dana akan untuk ekspansi, 25 persen sebagai kodal kerja dan 15 persen akan untuk refinancing dimana utang akan lebih strategis jika kita bayar pakai dana IPO. Jadi kita sudah punya plan untuk pengembangannya kemana," terang Iwan.

Ditempat yang sama, Komisaris Utama GMF, Helmi Imam Satriyono menekankan, bahwa dana itu akan digunakan GMF Aero Asia, tidak diberikan ke Garuda Indonesia. Meski, dampaknya sangat banyak bagi induk usaha perseroan.

"Dampak ke garuda grup equity tentunya akan semakin baik. Karena kita ada covernant. Jadi equity akan semakin baik," terang Helmi.

GMF Aero Asia, bilang Helmi, merupakan penyumbang laba bersih terbesar kepada Garuda Indonesia. Sehingga, Garuda Indonesia wajib menjaga tumbuh kembang anak usahanya yang bergerak dibidang industri maintenance, repair dan overhaul (MRO) ini.

"GMF adalah anak usaha yang berikan kinerja yang signifikan ke Garuda Grup. Dengan dana IPO GMF akan tumbuh tanpa dana dari Garuda. Jadi mereka tumbuh mandiri. Tentunya kita Garuda Grup akan memberikan pengawasan ke GMF agar pertumbuhan berjalan dengan baik," tukas Helmi.

GMF Aero Asia melepas saham sebanyak-banyaknya 10,89 miliar lembar saham, atau setara 30 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor GMF setelah IPO.

Harga pelaksanaan IPO anak usaha Garuda Indonesia sebesar Rp390 per saham hingga Rp510 per saham. Artinya, GMF Aero Asia bakal mendapatkan dana segar di kisaran Rp4,24-5,55 triliun.

Untuk merealisasikan aksi IPO, perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas (Mansek), PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT BNI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi saham (joint lead underwriters).

Masa penawaran saham GMF akan berlangsung dari 11 September hingga 21 September 2017. GMF pada 2016 lalu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 27,18 persen atau mencapai sebesar USD389 juta. Sementara, laba bersih sebesar USD57,7 juta.



(SAW)