Kelemahan Pakai e-Money, Kartu Hilang tak Bisa Diblokir

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 15 Sep 2017 17:12 WIB
transaksi non tunaiemoney
Kelemahan Pakai e-Money, Kartu Hilang tak Bisa Diblokir
Ilustrasi. (FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS )

Metrotvnews.com, Jakarta: Yayasan lembaga konsumen Indonesia (YLKI) memandang masih ada yang harus diperbaiki dan disempurnakan dari penerapan gerakan nontunai (less cash society) menggunakan uang elektronik seperti e-Money, Brizzi, Flazz, dan Tap-Cash.

Koordinator Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi mengatakan itu menjadi kelemahan yang bisa merugikan masyarakat pengguna uang elektronik.

"Sebenarnya kelemahan dari kartu elektronik adalah terkait bagaimana keamanannya si konsumen, itu kan enggak bisa diblokir, kalau hilang ya hilang begitu saja," kata Sularsi pada Metrotvnews.com, Jakarta, Jumat 15 September 2017.

Menurut Sularsi, ini harus menjadi perhatian otoritas terkait, sebab bagaimana pun yang bakal dirugikan adalah masyarakat sebagai konsumen dari kartu tersebut.

"Apakah ini ada perlindungannya buat konsumen? Ini yang harus dipikirkan," ujar dia.

Bank Indonesia telah menerbitkan aturan mengenai batas maksimal uang elektronik. Untuk uang elektronik yang tidak terdaftar di perbankan saldo maksimal ditetapkan Rp1 juta. Sementara untuk uang elektronik yang terdaftar dan sesuai dengan akun di perbankan mencapai Rp10 juta.

Sedangkan untuk kartu yang tak terdaftar, ketika hilang maka tak bisa dilacak. Sementara yang terdaftar, mengingat jumlahnya yang lebih besar maka jika hilang bisa dilaporkan ke bank penyedia layanan untuk dimintai pemblokiran.

 


(AHL)