Masyarakat Diimbau Cermat Memilih Asuransi

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 30 Sep 2017 15:35 WIB
asuransiallianz
Masyarakat Diimbau Cermat Memilih Asuransi
Ilustrasi. (FOTO: MTVN/M. Rizal)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Asuransi Allianz Life Indonesia‎ tersandung kasus pencairan klaim dua nasabahnya, yakni Ifranius Algadri dan Indah Goena Nanda. Buntutnya, Direktur Utama Asuransi Allianz Life Indonesia Joachim Wessling dan Manajer Klaim Asuransi Allianz Life Indonesia Yuliana Firmansyah menjadi tersangka.

Menilik kejadian tersebut, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi berpesan kepada masyarakat agar tepat dalam memilih asuransi kesehatan. Dia mengimbau masyarakat jangan terlalu cepat percaya kepada setiap agen yang menawarkan asuransi.

"Salah satu kewajiban masyarakat adalah membaca polis, sekalipun membaca tidak bisa memahami. Namun usahakan untuk membaca sampai selesai dan perhatikan setiap persyaratannya," tegas Tulus di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 30 September 2017.

Tak hanya itu, Tulus pun berharap masyarakat dapat memilih agen‎ yang benar-benar memahami seluk beluk asuransi, bukan sekadar kedekatan emosional saja. Dia menjelaskan, seorang agen yang memahami asuransi akan dapat menjelaskan secara rinci dan detail apa kelebihan dan persyaratan asuransi tersebut.

"Jadi agen itu harus memahami asuransi yang ditawarkannya termasuk persyaratan dan hak. Jangan sampai dia tidak mengerti kemudian mengajak ikut hanya kedekatan emosional," papar dia.

Mantan Ketua Dewan Asuransi Indonesia Hotbonar Sinaga menambahkan, masyarakat harus bisa menolak apabila ada agen yang menawarkan asuransi dengan polis yang tidak sesuai. Bahkan, bisa langsung melaporkannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika menemukan agen seperti itu.‎

"Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, yang pertama bahwa polis hurufnya tidak lagi kecil-kecil jadi kalau ada yang masih terima polis hurufnya kecil, laporkan ke OJK pasti akan ditindak," ucap Hatbonar yang juga Dosen Asuransi dan Manajemen Risiko Universitas Indonesia‎ (UI).

Adapun untuk perusahaan asuransi, Hatbonar menyarankan perusahaan agar lebih memperbanyak menggunakan iklan bukti klaim dibanding iklan perjalanan agen.

"Masyarakat dapat melihat kualitas perusahaan asuransi dari banyaknya klaim yang dicairkan.‎ Jadi kalau mau promosi, jangan promosi satu bahkan dua halaman penuh yang diiklankan wajah agen. Termasuk tempat yang dikunjungi agen misalnya ke LA, Hollywood, dan lain-lain," pungkas dia.

 


(AHL)