Penetapan HET Gula Rp12.500 per Kg Memberatkan Petani

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 13 Jul 2017 17:46 WIB
gulatebu
Penetapan HET Gula Rp12.500 per Kg Memberatkan Petani
Ilustrasi pedagang gula. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas gula yang saat ini dipatok Rp12.500 per kilogram (kg) dinilai memberatkan petani gula tebu.

Ketua Umum Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mengungkapkan, kondisi kadar gula dalam tebu (rendemen) sangat rendah yakni hanya tujuh persen. Kemudian melalui perhitungan seharusnya Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp11.700 per kg dan HET ideal sebesar Rp15.000 per kg.

"Kalau sekarang HET Rp12.500 per kilogram ya memberatkan," kata Soemitro di Kantor Ditjen Keuangan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.

Baca: Pemerintah Diminta Jaga HET Gula

Soemitro juga menjelaskan, saat ini pemerintah masih bersikukuh dengan penetapan HET. Jika ada pedagang yang menjual dengan harga sedikit diatas harga HET langsung dikirimkan Tim Satgas Pangan. Menurutnya harga tersebut masih terbilang murah.

"Mendag tidak mau dengar kami, ada pedagang jual Rp13.000 per kg langsung kirim Satgas (Pangan). Padahal ini kan masih murah tidak memberatkan," ucap dia.

Ia juga menjelaskan, angka HET yang ditetapkan pemerintah tepat digunakan jika rendemen dalam tebu 10 persen. Sementara, produktivitas tanaman tebu saat ini yang hanya 80 ton per tahun membuat biaya produksi berkisar antara Rp9.500-Rp10.500 per kg.

"Kami idealnya bisa untung kalau produktivitas juga sebesar 100 ton per hektare (ha) dalam setahun dan rendemen bisa 10 persen," imbuh dia.

 


(AHL)