Perusahaan BUMN 'Sakit' Telah Berkurang Secara Bertahap

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 18 Apr 2017 19:30 WIB
bumn
Perusahaan BUMN 'Sakit' Telah Berkurang Secara Bertahap
Ilustrasi Gedung BUMN. (ANTARA FOTO/ Wahyu Putro).

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro mengungkapkan, jumlah perusahaan BUMN yang mengalami 'sakit' (kerugian) telah berkurang. Penurunan kerugian ‎secara bertahap.‎

"Saya enggak hafal persis, tapi memang di 2016 itu masih ada, tapi menurun. Secara nilai kerugian menurun," jelas Imam, ‎ditemui dalam acara 'Ulang Tahun ke-19 Kementerian BUMN' di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa 18 April 2017.

Ke depan, kata dia, jumlah perusahaan BUMN yang sakit akan terus berkurang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajak BUMN besar bekerjasama dengan perusahaan BUMN yang sakit.

"Saya mau kumpulin BUMN rugi sama BUMN gede, apa yang mungkin bisa mendorong si BUMN ini. Ini semangat sinergi kalau (secara) Islam kan bantu yang paling deket dulu keluarga atau saudara dulu," terang Imam.

baca : 2019, Rini Niat Hapus Kementerian BUMN

Imam mencontohkan, nama BUMN yang sakit bergerak di sektor pangan, seperti PT Pertani (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero) (SHS), juga PT Berdikari (Persero).

"‎BUMN kebanyakan pangan kan apalagi Pertani, SHS, Berdikari yang justru Presiden ingin benar-benar pangan murah," kata Imam.

Tak hanya sektor pangan, lanjut Imam, ada juga BUMN yang sakit dari sektor perkebunan dan galangan kapal.

"Galangan banyak yang rugi," pungkas Imam.‎

 


(SAW)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

2 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA