Perbesar Ekspor, Sido Muncul Rambah Pasar Filipina dan Afrika

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 09 Aug 2017 23:23 WIB
sido muncul
Perbesar Ekspor, Sido Muncul Rambah Pasar Filipina dan Afrika
Sido Muncul. MI/MOHAMAD IRFAN.

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengakui, pasar ekspor perseroan masih sebesar dua persen dari total penjualan tiap tahunnya. Oleh karena, perseroan akan melebarkan sayap bisnisnya ke negeri Filipina dan Afrika.

"‎Penjualan ekspor masih kecil atau sekitar dua persen saja, paling banyak tolak angin dan kuku bima. Ke depan kami akan tingkatkan," ujar Direktur Independen Sido Muncul, Carlo Lukman, ‎ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, ‎Jakarta, Rabu 8 Agustus 2017.

Rencana penjualan ke Filipina, ‎menurut Carlo, perseroan telah mendapatkan izin pembukaan kantor cabang yang ada di sana. Pengurusan izin telah diberikan oleh otoritas yang berwewenang.

Selain Filipina, perusahaan juga terus meningkatkan ekspor ke tanah Afrika, khususnya Nigeria. Ketika itu terjadi, maka bisa mengerek tingkat penjualan ekspor ke luar Indonesia.

‎"Kalau di total produk SIDO itu sudah ada di berbagai benua, mungkin sekitar 15 negara sudah ada. Nah di negara-negara itu nanti yang akan kita tingkatkan penjualannya," sebut Carlo.

Pada saat menginginkan nilai ekspor bertambah, lanjut dia, perusahaan pastinya meningkatkan investasi dan pemasaran.

"Dengan banyaknya strategi yang kami lakukan dan ‎akan kami lakukan nanti, saya berharap penjualan akan meningkat lima persen di tahun depan," tutur Carlo.

‎Ditempat yang sama, Direktur Keuangan Sido Muncul Venancia Sri Indijati menyatakan, perusahaan terus meningkatkan bisnisnya di dalam maupun luar negeri.

Meskipun ingin ada kenaikan bisnis yang besar, bilang Venancia, perusahaan tetap mempertahankan produk jamu tradisional. Pasalnya, meski sepi peminat, namun permintaan jamu tradisional masih tetap ada di pasar.

"Untuk produk tardisional ada marketnya, masih ada usernya dan itu stabil. Sepanjang ada permintaan rasanaa tidak akan kami hapuskan," tutup Venancia.


(SAW)