Pasar Melemah, Agen Properti Tersertifikasi Kian Dibutuhkan

Meilikhah    •    Rabu, 09 Aug 2017 00:17 WIB
bisnis properti
Pasar Melemah, Agen Properti Tersertifikasi Kian Dibutuhkan
Talkshow bertajuk Pentingnya Aset Digital Bagi Bisnis Property.

Metrotvnews.com, Jakarta: Di saat pasar properti sedang melemah seperti tiga tahun terakhir, peran seorang broker atau agen penjualan justru semakin penting. Keberadaan tenaga penjual handal sangat dibutuhkan -bahkan diperebutkan- oleh pengembang dan penjual yang ingin aset properti mereka cepat terjual.
 
Pada saat bersamaan kasus-kasus sengketa antara pemilik dengan pengembang membuat pembeli kian berhati-hati. Terlebih saat ini makin banyak calon pembeli yang 'berburu' hunian idaman secara online karena keterbatasan waktu atau berada di kota lain. Mereka butuh informasi dan solusi sahih agar keputusan membeli atau berinvetasi properti tidak mendatangkan penyesalan di belakang hari.

"Tugas agen atau broker tidak cuma menjual. Ada peran sebagai konsultan yang membimbing calon pembeli dengan informasi dan solusi," kata Tony Herlambang dari Lembaga Setifikasi Profesi (LSP) Broker Properti Indonesia.

Ditemui di sela talkshow bertajuk Pentingnya Aset Digital Bagi Bisnis Property oleh Prime System di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (8/8/2017), ditegaskan bahwa agen atau broker bertanggungjawab secara moril memastikan kliennya tidak mengambil keputusan keliru. Di tahap inilah calon pembeli membutuhkan konsultan properti yang kompeten.

Sebaliknya pengembang juga berkepentingan terhadap tenaga penjualan yang punya kompetensinya teruji dan tersertifikasi. Pengembang dan pemilik aset properti juga tidak mau di belakang hari harus berhadapan di ranah hukum dengan para konsumen yang kecewa.

Sayangnya sebagian besar broker properti di Indonesia masih terlalu fokus mengejar target penjualan. Belum terlalu banyak yang secara rutin melakukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat keahlian sebagai agen penjualan handal sehingga bisa melebarkan jaringan usahanya ke luar negeri.

"Di data kami hanya 650 orang yang bersertifikat aktif di seluruh Indonesia," imbuh Tony yang juga merupakan pengurus di Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI).

Kebutuhan terhadap tenaga penjualan bersertifkat resmi inilah yang dijawab Prime System melalui Prime Developer yang dikembangkannya sebagai wadah digital network bagi pengembang. Melalui platform sales menajemen system tersebut proyek properti yang pengembang kerjakan akan dihubungkan dengan ratusan agen properti bersertifikasi sebagai tenaga pemasarannya.
 
Pihak pengembang bisa memeriksa kinerja dan rekam jejak setiap agen melalui portofolio penjualan yang diwajibkan oleh Prime System. Sesuai ketentuan LSP Broker Properti Indonesia, data tersebut harus rutin diperbaharuhi setiap tiga tahun bersamaan dengan perpanjangan masa berlaku sertifikasi kompetensi agen penjualan.

"Salah satu fitur utama Prime Developer menajemen promosi ke property marketplace, e-commerce dan media sosial yang relevan. Kami juga bermitra dengan tujuh bank untuk fitur kemudahan proses KPR yang diajukan calon pembeli melalu agen," papar Audria Kiara, assistant business development menager Prime System.



 


(LHE)