Kembangkan Wirausaha di Wilayah Perbatasan, Kemenkop Tingkatkan Kualitas SDM

M Studio    •    Senin, 01 May 2017 08:24 WIB
kementerian koperasi dan ukm
Kembangkan Wirausaha di Wilayah Perbatasan, Kemenkop Tingkatkan Kualitas SDM
Kemenkop menyelenggarakan program peningkatan dan penguatan SDM sektor koperasi dan UMKM di daerah tertinggal dan perbatasan (Foto:Dok.Kemenkop)

Metrotvnews.com, Jakarta: Potensi ekonomi di wilayah Indonesia bagian timur sangat besar, seperti sektor kelautan dan perikanan, pertanian, kerajinan, dan sektor perdagangan. Namun, potensi tersebut belum digarap dengan baik. Salah satu yang menjadi kendala ialah lemahnya kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah menyadari persoalan lemahnya SDM itu. Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan selalu mendorong dan meminta jajaran kabinetnya bekerja keras meningkatkan kualitas SDM di daerah perbatasan dan tertinggal.

Termasuk menggenjot upaya pemerataan kesejahteraan dengan mengembangkan program penciptaan wirausaha baru di wilayah perbatasan terluar, terdepan, dan tertinggal NKRI.

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) merespons upaya pemerintah tersebut melalui program peningkatan dan penguatan SDM sektor koperasi dan UMKM di daerah tertinggal dan perbatasan. Sejumlah pelatihan keterampilan usaha, termasuk pelatihan vocasional digelar di daerah-daerah tersebut.

"Kami berkomitmen meningkatkan kualitas SDM masyarakat di daerah perbatasan dan tertinggal, khususnya di wilayah Indonesia Timur agar mereka kemudian mampu bersaing dengan daerah lain yang sudah lebih dulu maju," ucap Asisten Deputi Bidang Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Budi Mustopo.

Pemerintah menyadari bahwa pentingnya peningkatan kualias SDM di daerah tertinggal dan perbatasan ditingkatkan. Sebab, mereka bisa meningkatkan perekonomian di daerahnya.

"Kami memprioritaskan peningkatan kualias SDM untuk wilayah Indonesia timur dan barat. Sementara, untuk wilayah Indonesia yang kami nilai sudah lebih maju, kegiatan pelatihan kami kurangi. Dan kami optimistis melalui pelatihan-pelatihan, SDM di wilayah Indonesia timur akan menjadi hebat dan mampu bersaing dengan wilayah tengah, bahkan mancanegara," kata Budi.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM yakni menggelar pelatihan dan pendidikan bagi SDM KUKM. Beragam pelatihan SDM tersebut akan ditingkatkan pada tahun-tahun ke depan.

"Kami minta dukungan dari teman-teman di pemerintah pusat, seperti Bappenas dan Kementerian Keuangan, termasuk DPR agar anggaran untuk ini ditingkatkan," kata dia.

Perihal Rancangan Undang-undang Kewirausahaan Nasional yang sedang dalam tahap pembahasan, Budi berharap akan semakin mendorong laju sektor KUMKM untuk berkembang.  

"Yang jelas, kami akan terus memberikan program pemberdayaan pada masyarakat yang hidup di perbatasan dan daerah yang dikategorikan tertinggal," katanya.

Adapun program pemberdayaan masayarakat tersebut berupa vocasional, atau program pelatihan keterampilan teknis. Segala hal yang dibutuhkan di daerah perbatasan atau daerah tertinggal terlebih dahulu diobservasi. Tahap selanjutnya, mereka diberi pelatihan dengan tujuan meningkatkan keterampilan keluarga nelayan, yang merupakan mata pencarian sebagian besar penduduk.

“Program ini bertujuan supaya ada nilai tambah pendapatan keluarga nelayan. Dalam waktu tiga bulan kami melakukan koordinasi dengan kepala daerah yang mempunyai daerah perbatasan dan tertinggal, apa yang mereka perlukan,” kata Budi.

Ia mencontohkan, di Belu, Nusa Tenggara Timur, yang mengusulkan pelatihan vocasional, terlebih dahulu mengajukan program pelatihan pengemasan (packaging) untuk produk-produk tradisional yang dihasilkan daerah itu. Hal yang sama juga dilakukan di Solok Selatan (Sumbar), Lampung Barat (Lampung), Lebak (Banten), dan Dompu (NTB).

Dengan kemasan yang baik, maka akan semakin mudah bagi KUKM untuk mendapatkan keuntungan berlipat dan lebih mudah diterima pasar.

Setiap daerah mempunyai kesempatan mendapatkan pelatihan sebanyak dua angkatan yang meliputi 14 daerah, yaitu Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Bengkayang, Sambas, Malinau, Nunukan, Kutai Barat, Merauke, Jayapura, Belu, Timor Tengah Utara, Maluku, dan Kupang.

Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang disasar karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Daerah ini memiliki kelompok usaha strategis mikro yang bergerak di bidang kuliner, sehingga mereka perlu dilatih supaya segera naik kelas usaha.

"Di Kalimantan Barat agak berbeda. Sebagian besar masyarakat umum dan mahasiswa, kelompok-kelompok strategis. Mereka itu sebagian sudah punya usaha mikro. Sekarang kita ingin angkat jadi kecil, khusus di sana," kata Budi.

Pihaknya juga mendorong Dinas KUMKM di tingkat Kabupaten/Kota rutin menggelar pelatihan. Dengan upaya yang dilakukan bersama-sama, diharapkan angka pertumbuhan pelaku usaha di Tanah Air terus meningkat.

"Dia (pelaku usaha) harus meningkatkan diri dari yang semula hanya skala mikro, menjadi kecil, kemudian kecil ke menengah. Kita juga berkordinasi dengan dinas Kabupaten/Kota. Kita harapkan mereka lebih giat lagi melakukan pelatihan," katanya.


(ROS)

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

7 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA