Ganti Jabatan, AEI Minta Dilibatkan dalam Penunjukkan Dewan Komisaris

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 17 May 2017 19:16 WIB
bei
Ganti Jabatan, AEI Minta Dilibatkan dalam Penunjukkan Dewan Komisaris
Illustrasi. ANTARA/Andika Wahyu.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera merombak dan mengesahkan susunan Dewan Komisaris untuk periode tiga tahun ke depan yang rencananya akan dilakukan pada 23 Mei 2017. Penunjukkan resmi Dewan Komisaris yang baru akan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengantongi sejumlah nama yang akan mengisi posisi komisaris BEI. Menangapi hal itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Isakayoga angkat bicara. Dia menyatakan, selama ini otoritas menunjuk langsung personal yang akan disahkan menjadi komisaris BEI.

Padahal, bilang dia, belum tentu orang yang ditunjuk dapat menjadi penghubung bagi bidang yang diwakilinya seperti penyesuaian listing fee yang diajukan asosiasi.

"Dalam penunjukkan komisaris, OJK mestinya meminta usulan dari asosiasi yang mewakili," kata Isakayoga dalam keterangan tertulisnya kepada media, Rabu 17 Mei 2017.

Menurut dia, sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku, orang-orang yang berada di dewan komisaris bursa berasal dari berbagai bidang yang diawasi oleh otoritas pasar modal.

"Misalnya kalo dari broker (AB), ya harusnya bisa minta usulan dari APEI, kalo akuntan dari IAI, emiten dari AEI, atau ke asosiasi-asosiasi lain yang memang mewakili. Kita sudah pernah usulkan ke OJK, tapi belum ada tindak lanjutnya," terang Isakayoga.

Kabar yang beredar di kalangan pasar modal, Rahmat Waluyanto yang saat ini menjabat Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK bakal ditunjuk sebagai Komisaris Utama. Selain itu, ada beberapa nama lain seperti CEO Indosat Tbk, Alexander Rusli yang disebut bakal menjadi komisaris BEI, serta beberapa orang lain yang mewakili berbagai bidang bisnis di bawah pengawasan pasar modal.  

Sebelumnya,‎ Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengaku tidak mau tahu soal nama-nama yang akan mengisi Komisaris maupun Komisaris Utama bursa dalam beberapa periode mendatang. 

"Tanggapan saya simpel saja, bursa itu direksi, tidak ikut campur urusan komisaris, bursa hanya menyelenggarakan RUPS-nya," ungkap Tito.

Nama-nama calon dewan komisaris, lanjut Tito, akan ditentukan pada RUPS di Juli mendatang. Hal itu mengingat pelaksanaan RUPS sesuai peraturan yang berlaku.

"Karena menyangkut RUPS semua harus sesuai dengan undang-undang  yang berlaku itu saja. Nanti kan pada saat RUPS siapa pun orangnya, lawyer sama notarisnya kan sudah bilang ini pencalonan sudah sesuai dengan UU yang berlaku atau tidak," papar Tito.



(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA