Mengintegrasikan Perizinan Satu Pintu untuk UMKM

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 31 Jul 2018 19:50 WIB
perizinanumkm
Mengintegrasikan Perizinan Satu Pintu untuk UMKM
Pengusaha UMKM mi instan di Tuban, Jawa Timur. (FOTO: Istimewa)

Jakarta: Pelaku usaha menyambut aplikasi MyUKM bila diintegrasikan dengan perizinan satu pintu (Online Single Submission/OSS) milik pemerintah karena fitur-fitur di dalamnya membantu pengembangan bisnis. Aplikasi MyUKM tidak hanya memproses perizinan, tapi juga menyediakan marketplace dan layanan fintech.

"Kalau ada marketplace ini tentunya membantu sekali, sekarang sudah eranya digital. Enggak bisa dipungkiri dan ditolak. Jika produk-produk nasional ada wadah jualan online atau biasa disebut marketplace tentunya kami pengusaha sangat support," ujar Nikmaturrahmah, Selasa, 31 Juli 2018.

Pemilik UKM Mi Sehat Dua Piring yang beroperasi di Tuban, Jawa Timur ini mengatakan aplikasi ini diharapkan banyak diminati pengusaha, sehingga tentunya dibutuhkan modal lebih untuk bisa berkembang. "Jika prosesnya lebih mudah untuk mendapatkan investor atau pinjaman pasti sangat membantu kan," tambah dia.

Aplikasi MyUKM digagas oleh PT Tetap Terus Terang karena ingin berpartisipasi menyukseskan program OSS milik pemerintah. Startup ini menyebut aplikasi MyUKM sebagai Alibabanya Indonesia.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono memperbolehkan aplikasi MyUKM diintegrasikan dengan OSS. Namun ada tahapan yang harus dilalui, karena koneksi aplikasi lain ke OSS akan menyangkut hak akses data.

"Aplikasinya mau dikoneksikan dengan OSS ya boleh saja. Tapi ini kan menjadi haknya perizinan nasional, karena akan butuh data misalnya. Hak akses data itu kan ada yang mengatur, undang-undang," kata dia.

Pihaknya masih fokus melakukan evaluasi pasca-penerapan OSS pada 9 Juli lalu. Diakuinya masih banyak yang harus disempurnakan karena OSS mencakup ratusan perizinan dengan beragam karakteristik. Sejauh ini, minat pelaku usaha menggunakan OSS cukup positif. Setelah peluncuran, pelaku usaha yang mendaftarkan izinnya lewat OSS mencapai ribuan per harinya.

"Intinya sangat memungkinkan sepanjang ini sudah jalan sempurna. Satu bulan ini targetnya stabil dulu operasional OSS," pungkasnya.

 


(AHL)