September, Beras Renceng Tersedia di Seluruh Daerah

Kautsar Widya Prabowo    •    Senin, 09 Jul 2018 16:37 WIB
beras
September, Beras Renceng Tersedia di Seluruh Daerah
Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Iman Subowo. Medcom/Kautsar.

Jakarta: Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog menargetkan pada September 2018 beras kemasan atau beras renceng sudah tersebar ke seluruh Indonesia. Hal tersebut demi mewujudkan ketersediaan beras di seluruh pelosok daerah.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Imam Subowo menuturkan saat ini beras renceng yang sudah berjalan terletak pada wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarya, Sulawesi Selatan. Kemudian dalam waktu dekat NTB dan Bengkulu.

"September harus sudah semua karena memang pengemasan dan mesinnya harus kita jaga, sehingga September sudah harus semua, intinya kita akan tambah terus," ujarnya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Ia mengklaim beras renceng dengan ukuran 200 gram atau dua ons tersebut sangat diminati masyarakat, terutama Jawa Barat yang menjadi lokasi peluncuran pertama. Hal tersebut terlihat dalam dua minggu belakangan Bulog telah berhasil menjual 11 ton.

"Jabar sudah sekitar 11 ton, Jawa Timur 70 persen dari angka itu dan Jateng juga 70 persen dari itu. Artinya tanggapan atau respons masyarakat dengan beras renceng Alhamdulillah cukup bagus," tambahnya.

Di sisi lain pihaknya akan mengevaluasi harga kebutuhan pokok lantaran melihat harga beras di pasar dan membutuhkan plastik sebagai kemasan. "Tapi yang pasti Bulog tidak boleh rugi, tapi target ketersediaan," imbuhnya.

Sementara beras dengan kualitas premium tersebut memudahkan masyarakat yang memiliki kebutuhan beras untuk kegiatan traveling atau pun sehari-hari dengan keterbatasan dana.

"Orang-orang yang kebetulan bawa pulang duitnya tidak banyak kan bisa langsung beli beras untuk dimakan dalam satu hari itu, jadi lebih ketersediaan yang kita tentukan nanti akan kita evaluasi," imbuhnya.

Dia menuturkan, setelah September seluruh daerah memiliki beras renceng, toko ritel juga akan menjual secara masif. Pihaknya juga tengah berkomunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) untuk sistematis distribusi.

"Sebenarnya gini, untuk ritel sebenarnya sudah mulai ada, tapi belum masif, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK) sudah mulai ada, kemudian di pasar sudah mulai masuk," tutupnya.


(SAW)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

1 hour Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA