Kementerian BUMN Klarifikasi Pantauan Pengadaan Barang dan Jasa

Media Indonesia    •    Rabu, 22 Aug 2018 19:11 WIB
bumn
Kementerian BUMN Klarifikasi Pantauan Pengadaan Barang dan Jasa
Illustrasi. Dok:AFP.

Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklarifikasi hasil pemantauan Center for Budget Analysis atau CBA soal pengadaan barang dan jasa yang banyak beredar di aplikasi chatting WhatsApp.

CBA menyatakan bahwa Kementerian BUMN memilih pemenang lelang yang sama setiap tahun, dan memilih prrusahaan yang menawarkan harga tertinggi. PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia disebut-sebut menjadi contoh dalam pelelangan tersebut.

"Sesuai dengan data pelaksanaan lelang di Kementerian BUMN, penyedia jasa atas nama PT Pricewaterhouse Coopers Consulting Indonesia terpilih sebagai penyedia jasa di lingkungan Kementerian BUMN adalah pada tahun anggaran 2017 untuk pekerjaan Jasa Konsultan Kajian Proses Bisnis dan Organisasi Kementerian BUMN. Kemudian, tahun anggaran 2018 untuk pekerjaan Jasa konsultan kajian konsolidasi BUMN Pertahanan Strategis dan Teknologi Tinggi," tulis Kepala Bagian Humas dan Protokol Kementerian BUMN Ferry Andrianto diterima di Jakarta, Rabu, 22 Agustus 2018.

Ferry mengatakan pengadaan barang/jasa pada Kementerian BUMN dilaksanakan secara transparan dan terbuka melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan. Selain itu, CBA juga menyoroti pembangunan renovasi cladding gedung utama kepada PT Wijaya Karya.

Kementerian BUMN menyatakan kegiatan renovasi cladding gedung utama dilakukan dalam rangka memperbaiki fasad gedung yang telah berumur 30 tahun lebih.  Kondisi fasad yang sudah berumur tersebut menimbulkan kekhawatiran pada aspek keselamatan mengingat fasad eksisting sudah mengalami kerusakan, selain tampilan gedung yang sudah kurang representatif.

Dalam pelaksanaan lelang renovasi cladding gedung utama, Kementerian BUMN telah melakukan proses lelang sesuai ketentuan yang berlaku.  Proses lelang tersebut juga telah dilakukan review oleh unit pemeriksa internal Kementerian BUMN dengan kesimpulan tidak ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 54 tahun 2010 beserta perubahannya.

Terkait proyek renovasi cladding gedung, pemenang lelang dipilih bukan yang harga penawaran paling mahal, melainkan  penawar harga terendah dari penawaran yang lulus administrasi dan teknis. Hal ini dapat dilihat pada aplikasi LPSE Kementerian Keuangan yang dapat diakses oleh publik. Dalam tahap pela anaannya, renovasi cladding gedung utama Kementerian BUMN dikawal ketat oleh pihak BPKP.

 


(SAW)


Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

18 hours Ago

Bangkutnya PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT …

BERITA LAINNYA