Triwulan III, Pertumbuhan Aset Bank Umum di Jatim Capai Rp608 Triliun

Amaluddin    •    Kamis, 07 Dec 2017 21:28 WIB
bank indonesia
Triwulan III, Pertumbuhan Aset Bank Umum di Jatim Capai Rp608 Triliun
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jatim Difi Ahmad Johansyah. . ANT/Didik Suhartono.

Surabaya: Aset bank umum di Jawa Timur menunjukkan tren positif pada triwulan III-2017. Ini dibuktikan dengan capaian pertumbuhan aset mencapai Rp608,35 triliun atau naik 10,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Dari jumlah itu, penyumbang terbanyak pertumbuhan aset bank umum di Jatim adalah bank umum syariah," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jatim Difi Ahmad Johansyah, di Surabaya, Kamis, 7 Desember 2017.

Difi menjelaskan pertumbuhan aset bank umum syariah lebih kencang dibanding bank umum konvensional. Aset bank umum yang beroperasi berdasarkan prinsip Islam tersebut melonjak dari Rp27,14 triliun menjadi Rp29,35 triliun naik 13,41 persen.

Sementara bank umum konvensional tumbuh 10,63 persen dari Rp556,46 triliun menjadi Rp579,10 triliun di triwulan III-2017. Pertumbuhan aset bank umum diikuti oleh dana pihak ketiga (DPK) pada kelompok bank umum konvensional maupun syariah.

"Penghimpunan DPK bank umum secara keseluruhan tumbuh 12,57 persen menjadi Rp494,59 triliun," katanya.

Sementara DPK kelompok bank umum konvensional tumbuh sebesar 12,31 persen, masih kalah dibanding bank umum syariah yang tumbuh 23,48 persen di triwulan III-2017. Secara keseluruhan penyaluran kredit bank umum pada triwulan III-2017 mencapai Rp487,83 triliun atau tumbuh 8,37 persen.

Dalam periode yang sama, lanjut Difi, pertumbuhan kredit kelompok bank umum konvensional sebesar 7,24 persen, melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 7,71 persen. Sedangkan pembiayaan bank umum syariah tumbuh 28,89 persen.

Laju pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibanding kredit menyebabkan loan to deposit ratio (LDR) bank umum Jatim menyusut, dari 100,10 persen di triwulan II-2017 menjadi 98,63 persen di triwulan III-2017.

"Penurunan ini disebabkan oleh LDR kelompok bank umum konvensional yang mencatat penurunan dari 99,06 persen menjadi 97,11 persen," ujarnya.

Sedangkan financing to deposit ratio (FDR) kelompok bank umum syariah dalam periode yang sama naik dari 122,49 persen menjadi 129,21 persen. Sementara itu risiko kredit yang tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) keseluruhan bank umum masih terjaga pada level 3,26 persen.

"Sehingga mampu mendukung terjaganya stabilitas sistem keuangan di Jatim," ujarnya.

Sementara itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim hingga akhir tahun ini mengejar target pengucuran kredit tumbuh delapan persen atau mencapai Rp32 triliun. Hingga Oktober, kucuran kredit Bank Jatim sudah mencapai Rp31,10 triliun, tumbuh 4,67 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA