Indonesia Manfaatkan Peluang Emas CIIE

Ilham wibowo    •    Rabu, 07 Nov 2018 04:52 WIB
kementerian perdagangan
Indonesia Manfaatkan Peluang Emas CIIE
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.Medcom/Ilham Wibowo.

Shanghai: Indonesia tidak melewatkan peluang emas China International Import Expo (CIIE) untuk mendorong peningkatan ekspor nasional. Penyelenggaraan CIIE yang pertama kali dan terbesar di dunia ini merupakan komitmen Tiongkok membuka pasarnya lebih luas ke dunia.

Pernyataan tersebut ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai
menghadiri pembukaan gelaran perdana CIIE.  Ia ditemani Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meninjau paviliun produk Indonesia di National Exhibition and Convention Center, Shanghai, Tiongkok, Senin, 5 November 2018.

"Acara CIIE yang pertama kali dilakukan ini menunjukkan keseriusan Tiongkok dalam membuka pasarnya lebih luas ke dunia. Presiden Xi Jinping menyatakan bahwa Tiongkok akan melakukan reformasi ekonomi dalam bentuk penyederhanaan birokrasi perdagangan dan investasi. Momentum ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh kita untuk memperluas pasar ekspor, baik ke Tiongkok maupun ke negara-negara lain yang ikut serta dalam CIIE," tegas Mendag Enggar melalui keterangan resmi, Selasa, 6 November 2018
 
Menurut Enggar, kekuatan ekonomi Tiongkok telah menjadikan negeri tirai bambu itu siap sebagai negara pengimpor dan Pemerintah Tiongkok berkomitmen memberikan produk-produk yang terbaik untuk para konsumennya.

"Lewat ajang CIIE, Indonesia berkesempatan mendorong ekspor dan mempromosikan produk-produk unggulan kepada konsumen di Tiongkok, sekaligus memperbesar peluang terciptanya perjanjian perdagangan yang menguntungkan kedua negara," imbuh Mendag.

Saat ini posisi perdagangan Indonesia masih mengalami defisit terhadap Tiongkok meski telah ada penurunan defisit perdagangan sebesar 9,2 persen, yaitu sebesar USD14,1 miliar pada 2016 menjadi USD12,71 miliar pada 2017. Total perdagangan dengan Tiongkok pada 2017 juga meningkat sebesar 23,59 persen dibandingkan 2016. Total perdagangan Indonesia dengan Tiongkok pada 2016 sebesar USD47,58 miliar meningkat menjadi USD58,81 miliar pada 2017.

"Semakin terbukanya pasar Tiongkok juga menjamin kemudahan ekspor Indonesia ke Tiongkok, termasuk menjamin penyelesaian persoalan perdagangan yang sering dihadapi Indonesia seperti masalah yang berkaitan dengan investasi dan hak kekayaan intelektual," ungkapnya.

Sebanyak dua paviliun Indonesia tampil di pameran tersebut, yaitu di arena Country Pavillion dan di arena Enterprise and Business Exhibition. Kontingen Indonesia diberikan hak istimewa sebagai Guest Country of Honor atas inisiasi Pemerintah China dengan mengusung tema 'Global Partner for Sustainable Resources'.

Paviliun Indonesia di arena Country Pavillion  memamerkan produk-produk Indonesia yang telah memiliki pangsa global antara lain seperti Astra, Kapal Api, dan Wilmar. Sedangkan di arena Enterprise and Business Exhibition memamerkan produk-produk unggulan Indonesia seperti makanan dan minuman, produk kesehatan, sarang burung walet, serta minyak sawit dan turunannya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda menambahkan produk unggulan Indonesia yang sangat berpotensi menggaet pasar Tiongkok salah satunya adalah sarang burung walet. Diharapkan produk unggulan lain juga bisa terus mengalami peningkatan nilai ekspor.

"Kita akan mengupayakan agar asosiasi penguasaha sarang burung walet kita bersama-sama dapat meningkatkan kualitas produk sarang burung walet Indonesia agar memenuhi persyaratan yang diajukan importir Tiongkok, khususnya terkait dengan higienitas," ujar Arlinda.


(SAW)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA