Bappenas Masukkan Skill Development Fund ke RPJMN 2020-2024

Nia Deviyana    •    Senin, 14 Jan 2019 20:56 WIB
bappenasRPJMN 2015-2019
Bappenas Masukkan <i>Skill Development Fund</i> ke RPJMN 2020-2024
Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro. Dok:MI.

Jakarta: Era revolusi industri 4.0 bisa menjadi bumerang apabila sebuah negara tidak memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dengan bertambahnya bidang pekerjaan yang bisa digarap dengan kecerdasan buatan, angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) diperkirakan akan semakin tinggi. 

Menghadapi kemungkinan itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan memasukan program skill development fund ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Adapun skill development fund merupakan pembiayaan terhadap tenaga kerja agar bisa meningkatkan keterampilannya.

"Idenya adalah memberikan kemudahan bagi tenaga kerja yang sudah aktif maupun yang baru masuk ke dunia kerja untuk bisa upskilling maupun reskilling," ujar Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro usai menghadiri seminar Himpuni di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

Bambang menambahkan, pada saat ini program tersebut masih terkendala dua hal, yakni tidak banyak lembaga yang bisa memberikan pelatihan dan biaya yang terbatas. 

"Dengan skill development fund, kita harapkan sebagian kendala revolusi 4.0 bisa teratasi, terutama untuk pekerjaan yang terancam, pekerjanya bisa belajar skill lain tanpa harus dibebani biaya berlebihan," bebernya.

Jika masuk RPJMN, skema biaya yang diajukan adalah kolaborasi antara pemerintah dengan sektor industri itu sendiri. "Saya ingin mendorong agak perusahaan swasta bisa ikut andil, karena kan untuk menjaga suplai tenaga kerja mereka juga," pungkasnya.



(SAW)