Boeing 737 Max 8 Milik Garuda Diklaim Layak Terbang

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 09 Nov 2018 18:59 WIB
garuda indonesiaboeing
Boeing 737 Max 8 Milik Garuda Diklaim Layak Terbang
Ilustrasi. (FOTO: MI/Amiruddin)

Jakarta: Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyatakan armada pesawat Boeing 737 Max 8 (B737 Max 8) yang dioperasikan saat ini layak untuk diterbangkan. Hal ini merespons hasil pemeriksaan pesawat jenis tersebut oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pascamusibah jatuhnya pesawat jenis sama yang diterbangkan Lion Air.

Pemeriksaan khusus tersebut meliputi indikasi repetitive problems, pelaksanaan troubleshootings, kesesuaian terhadap prosedur dan implementasi pelaksanaan aspek kelaikudaraan. Serta kelengkapan peralatan untuk melakukan troubleshooting pada pesawat B737 Max 8 tersebut.

Hasil pemeriksaan tersebut disampaikan terhadap pesawat B737 Max 8 yang dioperasikan Garuda Indonesia telah melalui proses pemeliharaan. Sesuai jadwal, komponen terpasang tidak melewati batas umur pakai, serta tidak ditemukan adanya gangguan teknis pada fitur mesin pesawat.

Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Susena mengatakan Garuda Indonesia terus berupaya mengedepankan komitmen dan budaya keamanan dalam seluruh lini operasionalnya. Hal tersebut sejalan dengan nilai aspek keamanan sebagai inti operasional perusahaan yang sudah tertanam dalam budaya kerja jajaran karyawan dan lini operasional Garuda Indonesia.

"Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia senantiasa mengacu dan patuh terhadap seluruh ketentuan yang dikeluarkan oleh regulator," kata Wayan dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 November 2018.

Selain itu Garuda Indonesia telah melakukan koordinasi intensif dengan Boeing selaku pabrikan pesawat dengan melakukan update manual mitigasi pengoperasian Boeing 737 Max 8. Tentunya yang sesuai dengan Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) yang telah di-update lebih lanjut oleh Boeing.

"Manual tersebut mengatur panduan yang harus diambil penerbang saat mengalami kondisi tertentu yang terkait dengan kondisi erroneous input pada fitur angle of attact sensor pesawat. Buletin tersebut juga telah kami sampaikan ke seluruh lini maintenance dan operasional Garuda Indonesia dan menjadi panduan untuk menjalankan kegiatan operasional Garuda Indonesia, khususnya untuk armada B737 Max 8 kami," ujar Wayan.

Sebelumnya pada April lalu Garuda Indonesia telah melewati proses audit setiap dua tahunan dan telah memperbaharui sertifikat IOSA (IATA Operational Safety Audit) Certificate untuk ke-6 kalinya. Pada 2008 Garuda Indonesia menjadi perusahaan penerbangan pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat tersebut.

 


(AHL)


Merpati dalam Cangkang

Merpati dalam Cangkang

22 hours Ago

NASIB maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) bak burung dalam sangkar.

BERITA LAINNYA