Luhut Bakal Pangkas Anggaran IMF-WB di Bawah Rp500 Miliar

Desi Angriani    •    Jumat, 11 May 2018 22:55 WIB
imf-world bank
Luhut Bakal Pangkas Anggaran IMF-WB di Bawah Rp500 Miliar
Menko Maritim Luhut Pandjaitan (tengah). (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp855 miliar untuk perhelatan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Annual Meetings 2018. Anggaran itu berasal dari jumlah pagu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun anggaran 2017 dan 2018.

Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 Luhut Binsar Panjaitan mengatakan realisasi penggunaan anggaran tersebut bisa dipangkas hingga di bawah Rp500 miliar. Saat ini nilai kontrak untuk annual meetings tersebut diperkirakan mencapai Rp566 miliar.

"Anggaran Rp800 miliar paling nanti yang kita gunakan Rp500 miliar atau di bawah itu," ucap Luhut dalam Coffee Afternoon di Gedung Kementerian Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018.

Luhut memastikan Indonesia sebagai tuan rumah akan mendapat nilai tambah besar dalam penyelenggaraan IMF-WB. Pasalnya 2.000 delegasi dari 189 negara yang hadir bakal digiring mengikuti program "Voyage To Indonesia (VTI)". Program ini mendorong potensi pariwisata 10 destinasi Bali baru seperti Danau Toba, Toraja, Raja Ampat, Mandalika, Labuan Bajo, dan Banyuwangi.

"Kalau ada yang bilang enggak ada untungnya, ayo sini temui saya. Orang rebutan ingin jadi tuan rumah, kita dapat tuan rumah malah ngomel," tutur dia.

Pengurus Harian Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 Susiwijono menjelaskan total kontrak dan realisasi anggaran yang digunakan berkisar Rp566 miliar untuk pagu anggaran 2017 dan 2018.

Pemerintah melakukan kontrak dan realisasi sebesar Rp10,4 miliar dari pagu yang sebesar Rp45,4 miliar pada 2017. Sementara pada 2018, pemerintah melakukan kontrak persiapan sebesar Rp556 miliar, dari total pagu sebesar Rp810 miliar.

"Alokasi anggaran dari Kemenkeu itu sudah diputuskan Februari-Maret 2017, pagu alokasi untuk multiyears, untuk 2017 dan 2018 kira-kira totalnya adalah Rp855,5 miliar," ungkapnya.

Selain anggaran dari Kemenkeu, Bank Indonesia (BI) akan menanggung biaya untuk hotel, venue, serta ruang perkantoran dengan estimasi anggaran sebesar Rp200 miliar.

Namun demikian, nilai kontrak yang diperkirakan dapat mengalami perubahan seiring waktu pelaksanaan annual meetings. Dengan begitu, anggaran yang dialokasikan pemerintah dapat dipangkas.

Selain itu, anggaran yang dikeluarkan pemerintah nantinya akan diganti oleh negara yang hadir sebagai tamu. Pemerintah saat ini hanya sekadar melakukan pemesanan tempat dan hotel untuk keperluan penyelenggaraan IMF-WB 2018.

"Jadi kalau dilihat, ada beberapa hotel di situ, kita tutup satu bulan, kita sulap jadi office, itu yang kita sewa pada mereka. Mereka bayar ke Pemerintah Indonesia, jadi masuk ke PNBP. Jadi, hotel, venue, office," ungkap Susi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 20 ribu delegasi yang bakal hadir terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor privat, NGOs, akademisi, dan media akan hadir dan memeriahkan pertemuan tahunan tersebut.

Sementara 189 negara anggota IMF meliputi Indonesia, Amerika Serikat, Inggris Raya, Uni Eropa, Mesir, India, Pakistan Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Lebanon, Turki, Somalia, Pantai Gading Kamerun, Kenya, Uni Emirat Arab, Yordania, Israel, Mongolia, Vanuatu, dan lainnya.

Adapun pertemuan tersebut terdiri dari beberapa agenda yang meliputi IMF-WB Plenary Session, International Monetary and Financial Committee (IMFC) Meeting, World Bank Development Committee, Pertemuan Grup Kerjasama Ekonomi Lainnya (G-20, G-24, MENA, Commonwealth, BRICS, IIF, WEF), Pertemuan Sektor Perbankan dan Riil Lainnya, Seminar dan International Conference serta Konferensi Pers.

 


(AHL)