OJK Papua Minta BPR Tingkatkan Kecukupan Modal

   •    Rabu, 12 Sep 2018 14:04 WIB
ojkperbankan
OJK Papua Minta BPR Tingkatkan Kecukupan Modal
Ilustrasi OJK (MI/RAMDANI)

Jayapura: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat meminta manajemen Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ada di kedua provinsi tersebut meningkatkan kecukupan modal. Hal itu menjadi penting karena kini angkanya berada di bawah rata-rata nasional.

"Tercatat rata-rata rasio kecukupan modal BPR untuk masing-masing Papua dan Papua Barat yakni sebesar 18,03 persen dan 16,32 persen. Angka tersebut berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 22,72 persen," ujar Kepala OJK Papua dan Papua Barat Misran Pasaribu, di Jayapura, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 12 September 2018.

Ia memandang BPR perlu mempersiapkan rencana permodalan termasuk didalamnya rencana akuisisi guna meningkatkan rasio kecukupan modalnya. Di sisi lain, OJK juga siap memfasilitasi BPR dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kapabilitas insan BPR guna melakukan analisis pembahasan dan monitoring kredit mikro dengan melakukan pelatihan.

Hingga semester I-2018, tercatat total aset BPR di kedua provinsi itu mengalami penurunan sebesar Rp94,98 miliar atau menurun 4,55 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2017. "Penurunan aset ini masih berada di bawah penurunan rata-rata aset BPR nasional yang sebesar 6,42 persen," tuturnya.

Sedangkan peningkatan kredit BPR di Papua dan Papua Barat tumbuh sebanyak 3,50 persen atau lebih baik dari perkembangan kredit secara nasional yang turun 3,05 persen. Hanya Misran menyayangkan pertumbuhan kredit BPR di Papua dan Papua Barat belum berbanding searah dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penurunan kredit bermasalah (NPL).

Sehingga, lanjutnya, berdampak pada penurunan aset BPR. "DPK BPR mengalami penurunan sebesar Rp102,05 miliar atau menurun 9.72 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2017," pungkasnya.

 


(ABD)