YLKI Minta Perusahaan Asuransi tak Cantumkan Ketentuan Sepihak

Whisnu Mardiansyah    •    Sabtu, 30 Sep 2017 21:54 WIB
asuransiallianz
YLKI Minta Perusahaan Asuransi tak Cantumkan Ketentuan Sepihak
Ketua YLKI Tulus Abadi (tengah). (Foto: MI/Ramdani).

Metrotvnews.com, Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta perusahaan asuransi tak mencantumkan klausul baku (ketentuan sepihak) dalam perjanjian polis. Klausul baku bisa jadi alasan perusahan asuransi menolak klaim nasabah. 

"Contohnya menolak bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialami konsumen. Atau mengalihkan pertanggungjawaban. Itu maksud klausul baku," kata Ketua YLKI Tulus Abadi dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Sabtu 30 September 2017.

Kata Tulus, kesepakatan semacam ini dapat dituntut pidana. Apalagi ada polis-polis yang merugikan konsumen. Konsumen tidak dapat mengklaim dengan dalih adanya klausul baku.

(Baca juga: YLKI: Kasus Klaim Asuransi Allianz Harus Diusut Tuntas)

Menurut, Tulus permintaan PT Allianz yang meminta rekam medik secara utuh milik nasabahnya tidak dapat dibenarkan. Hal itu melanggar Undang-undang (UU) Perlindungan Konsumen.

Menurutnya, permintaan rekam medik adalah hal yang tak masuk akal. Sebab hal tersebut dianggap hanya untuk mempersulit nasabah dalam mengajukan klaim.

"Jadi dalam konteks UU Perlindungan Konsumen, konsumen berhak mendapatkan haknya untuk memilih apa yang telah dijanjikan perusahaan asuransi lewat polisnya," tegas Tulus.

(Baca juga: Klaim Asuransi Bermasalah, Nasabah Diharap Lapor ke Badan Mediasi dan Arbitrase)

Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling, dan Manajer Claim PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Yuliana Firmansyah, ditetapkan sebagai tersangka. Dalam waktu dekat keduanya akan diperiksa.

Kuasa hukum pihak pelapor, Alvin Lim mengatakan, kliennya yang bernama Ifranius Algadri telah melaporkan Joachim dan Yuliana. Ifranius merasa dipersulit saat meminta klaim biaya perawatan rumah sakit.

Alvin menjelaskan, pihak Allianz selalu meminta catatan medis lengkap dari rumah sakit sebagai syarat untuk mencairkan atau klaim. Padahal, rumah sakit tidak pernah memperkenankan memberi catatan medis lengkap karena melanggar Permenkes No 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.

Laporan terhadap, Joachim Wessling dan Yuliana Firmansyah tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1645/IV/2017/Dit Reskrimsus tanggal 3 April 2017 tentang diduga tindak pidana di bidang perlindungan konsumen dan Laporan Polisi Nomor: LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 18 April 2017.


(HUS)