10 Tahun, BPS Catat Jumlah Usaha Nonpertanian Meningkat

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 27 Apr 2017 12:38 WIB
sensusbps
10 Tahun, BPS Catat Jumlah Usaha Nonpertanian Meningkat
Gedung BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut dalam Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) bahwa untuk jumlah jenis usaha nonpertanian mengalami peningkatan sebanyak 3,98 juta dibandingkan dengan pada saat Sensus Ekonomi 2006 (SE2006). SE2016 mencatat terdapat 26,71 juta usaha nonpertanian. Sedangkan pada SE2006 hanya tercatat sebanyak 22,73 juta.

"Dari hasil sensus ekonomi ini temuan umum. Bahwa pada Mei 2016 ada 26,71 juta usaha atau perusahaan di luar sektor pertanian," kata Kepala BPS Suhariyanto, dalam sosialisasi hasil SE2016, di Gedung BPS I, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Kamis 27 April 2017.

Ia menjelaskan, berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015, sebagian usaha nonpertanian yang terdaftar pada SE2016 merupakan Usaha Mikro Kecil (UMK) dengan persentase 98,33 persen atau berjumlah 26,62 juta. Sementara jumlah Usaha Menengah Besar (UMB) hanya 0,45 juta atau sebesar 1,67 persen.

"Penggolongan kategori usaha dalam SE2016 ini dilakukan berdasarkan KBLI 2015," ucap dia.

Hasil SE2016 juga menunjukkan distribusi lapangan usaha untuk usaha nonpertanian didominasi perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebanyak 12,3 juta usaha atau 46,17 persen. Kemudian, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 16,72 persen dan industri pengolahan sebesar 16,53 persen.

Selanjutnya sebaran usaha berdasarkan wilayah pulau, ia menuturkan, tidak jauh berbeda dengan SE2006. Sebab sebarannya masih didominasi untuk wilayah barat Indonesia yakni Sumatera dan Jawa sekitar 79,35 persen

Sementara distribusi tenaga kerja, menurutnya, sejalan dengan jumlah jenis usaha yang ada saat ini. Usaha perdagangan besar dan eceran menduduki jumlah serapan tenaga kerja tertinggi. Perdagangan besar dan eceran menjadi yang tertinggi sebanyak 22,4 juta orang atau 31,81 persen dari tenaga kerja yang ada di indonesia.

"Kemudian diikuti oleh tenaga kerja lapangan usaha industri Pengolahan sebesar 22,75 persen dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum sebesar 11,97 persen. Hasil pendaftaran SE2016 akan menjadi kerangka sampel usaha berskala mikro dan kecil, serta direktori usaha/perusahaan berskala menengah dan besar," pungkasnya.


(ABD)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA