BI Ingin Kedaulatan Rupiah hingga Wilayah Perbatasan

Eko Nordiansyah    •    Senin, 17 Jul 2017 16:29 WIB
bank indonesiauang
BI Ingin Kedaulatan Rupiah hingga Wilayah Perbatasan
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Metrotvnews.com, Atambua: Bank Indonesia (BI) terus menggencarkan kewajiban penggunaan uang rupiah untuk transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penggunaan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dinilai akan menunjukan kedaulatan Indonesia di mata negara asing.

"Kita ingin menunjukkan pada dunia luar bahwa Indonesia eksis dengan rupiah yang ada hingga ke perbatasan," kata Deputi Gubernur BI Sugeng, di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Atambua, Nusa Tenggara Timur, Senin 17 Juli 2017.

Dirinya menambahkan, kedaulatan rupiah hingga ke perbatasan dapat menjadi tanda jika wilayah tersebut merupakan wilayah NKRI. Bahkan dengan beredarnya rupiah sampai ke wilayah terpencil, terluar, dan terdalam Indonesia merupakan suatu kewajiban.

"Kita tidak ingin mengulangi hilangnya Pulau Sipadan, karena gara-gara tidak beredarnya uang rupiah. Sehingga kita kalah, dan pulau tersebut diakui dan direbut oleh negara lain," jelas dia.

Lebih lanjut, program Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin membangun daerah perbatasan sebagai representasi bangsa ini perlu didukung. Salah satu upaya yang dilakukan oleh bank sentral adalah memastikan peredaran uang rupiah yang layak.

"Presiden sudah membangun perbatasan yang merepresentasikan kita adalah negara kuat. Kalau pemerintah sudah membangun fasilitas dengan bagus, kita harus isi. Makanya kita isi dengan keberadaan rupiah sebagai kedaulatan kita," pungkasnya.

Salah satu cara yang ditempuh oleh BI adalah melalui pilot project BI Jangkau untuk menjangkau peredaran uang di Kecamatan dan Desa. Dalam program ini bank sentral mengoptimalkan jaringan distribusi yang dimiliki oleh perbankan dan instansi lainnya untuk mendistribusikan rupiah ke seluruh wilayah NKRI.


(ABD)