Alasan BTN Gratiskan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 22 Sep 2017 19:29 WIB
transaksi non tunaibtnemoney
Alasan BTN Gratiskan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) telah menyepakati tidak adanya biaya isi ulang (top up) uang elektronik (e-money). Langkah itu diambil meski sebelumnya ada rencana untuk membebankan biaya kepada setiap nasabah ketika melakukan isi ulang uang elektronik.

Kesepakatan untuk menggratiskan itu, menurut Direktur Keuangan dan Tresuri PT Bank Tabungan (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN Iman Nugroho Soeko, karena mendengar keluhan dan pendapat yang datang dari masyarakat. Apalagi kalangan masyarakat menginginkan biaya isi ulang uang elektronik didapatkan secara gratis.

"Iya, kita mendengar pendapat dan memperhatikan concern masyarakat yang merupakan stakeholders utama bank," kata Iman, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Jumat 22 September 2017.

Masyarakat, lanjut Iman, merupakan pelanggan atau calon nasabah setiap perbankan. Adanya keadaan itu membuat perbankan harus memenuhi keinginan masyarakat luas. "Namanya bank sebagai penyedia jasa keuangan bagi masyarakat, tentu kita concern ke masyarakat yang merupakan pelanggan kami. Ya tentunya kami harus memperhatikan keadaan itu," papar dia.

Ketika bank memutuskan untuk mengembangkan produk kartu elektronik pembayaran nontunai, lanjut dia, pastinya sudah melalui sejumlah kajian yang mendalam dan pembahasan yang begitu lengkap.  

"Evaluasi kelayakan bisnis. Sesuai yang disampaikan Ketua Himbara (Dirut BTN Maryono), biaya isi ulang uang elektronik bank-bank Himbara yang on us memang tidak akan dipungut biaya. Untuk pihak ketiga, kita mengikuti aturan BI," tukas dia.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Maryono menyebut, isi ulang uang elektronik bisa digratiskan bagi nasabah Himbara. Apalagi keempat bank pelat merah tersebut sudah melakukan interkonektivitas dan interoperabilitas.

"Saat ini sedang dikaji hal tersebut (isi ulang uang elektronik gratis). Nasabah bank Himbara dananya sudah mengendap sehingga bank tidak perlu memungut kecuali nasabah bukan nasabah Himbara," kata Maryono.

Direktur Utama BRI Suprajarto menerangkan, masyarakat akan diarahkan untuk memanfaatkan teknologi yang dimiliki perbankan untuk melakukan isi ulang uang elektronik. Misalnya saja isi ulang melalui mesin-mesin ATM, internet banking, atau mobile banking.


(ABD)