Kuartal I-2017

Aprindo: Performa Ritel Modern Memburuk

Annisa ayu artanti    •    Minggu, 14 May 2017 10:32 WIB
ritel
Aprindo: Performa Ritel Modern Memburuk
Ilustrasi. Antara/Zabur Karuru.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menyebutkan pada kuartal I-2017 retail modern berada pada performa yang buruk.

Roy mengatakan terjadi penurunan drastis yakni sekitar 10 sampai 12 persen pada minat beli masyarakat di pasar ritel modern. Penurunan tersebut disebabkan lantaran masyarakat sengaja menahan transaksi hingga masuk bulan Ramadan.

"Pada satu sisi harus diakui bahwa ritel modern saat ini pada kondisi under perform karena situasi kondisi yang membuat masyarakat menahan transaksi, menahan pembelian sebelum masa Idul Fitri ini. Kuartal I kita sangat drastis turun 10 sampai 12 persen," kata Roy dalam acara PrimeTime Metro TV, Minggu 14 Mei 2017.

Kendati demikian, Roy mengakui dengan peraturan baru yang dibuat oleh pemerintah yakni pemberlakuan harga eceran teritinggi (HET) pada tiga komoditas pokok yakni minyak goreng, daging beku, dan gula di pasar retail modern dapat menumbuhkan minat beli masyarkat itu kembali.

"Tetapi semangat dari HTE ini kita harapkan adanya daya beli kembali," ucap dia.

Sentimen negatif yang muncul dalam benak masyarakat diharapkan akan berkurang dengan penerapan HET tersebut. Sementara sentimen positif diharapkan tumbuh sejalan dengan Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) Indonesia yang sangat dipengaruhi oleh kontribusi pengeluaran rumah tangga.

"Tapi sekarang dengan adanya HET mereka sudah mulai ke sentimen positif berbelanja kembali atau mengkonsumsi kembali," pungkas dia.


(SAW)