Perikanan di Bali Dorong Kenaikan NTP

   •    Minggu, 14 May 2017 12:58 WIB
kelautan dan perikanan
Perikanan di Bali Dorong Kenaikan NTP
Perikanan (ANTARA FOT/,Oky Lukmansyah).

Metrotvnews.com, Denpasar: Peranan subsektor perikanan di Bali dalam membentuk nilai  tukar petani (NTP) naik sebesar 0,35 persen dari 104,12 persen pada Maret 2017 menjadi 104,48 persen pada April 2017 di wilayah itu.

"Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani (lt) menurun sebesar 0,15 persen dan indeks harga yang dibayar petani (lb) menurun lebih besar yakni 0,50 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, dikutip dari Antara, Minggu 14 Mei 2017.

Ia mengatakan menurunnya peranan indeks harga yang diterima petani dipicu oleh merosotnya harga-harga pada kelompok perikanan tangkap sebesar 0,74 persen, meskipun kelompok perikanan  budidaya tercatat meningkat sebesar 1,03 persen.

Secara umum beberapa komoditas mengalami penurunan harga antara lain ikan tongkol, kurisi, cucut, dan tenggiri. Sementara itu menurunan indeks harga yang dibayar petani didorong oleh merosotnya indeks konsumsi rumah tangga 0,69 persen serta biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) 0,04 persen.

Adi Nugroho menambahkan Bali mengekspor ikan dan udang sebesar USD9,81 juta selama Maret 2017, meningkat USD2,69 juta atau 37,81 persen dibanding dengan Februari 2017 tercatat USD7,12 juta.

Namun perolehan devisa tersebut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya merosot 18,43 persen. Hal ini karena pada Maret 2016 mampu menghasilkan USD12,03 juta.

Pengapalan ikan dan udang itu mampu memberikan kontribusi sebesar 18,91 persen dari total nilai ekspor Bali yang mencapai USD51,91 juta selama Maret 2017, meningkat 14,99 persen dari bulan sebelumnya tercatat USD45,15 juta.

Ikan dan udang hasil tangkapan perusahaan perikanan yang mangkal di Pelabuhan Benua dan hasil tangkapan nelayan setempat itu paling banyak diserap pasaran Amerika Serikat yang mencapai 29,12 persen. Selain itu juga diserap pasaran  Jepang 25,73 persen, Tiongkok 8,40 persen, Australia 5,70 persen, Hongkong 6,30 persen, Singapura 1,09 persen, Perancis 0,46 persen, Spanyol 0,07 persen, Singapura 1,09 persen, Jerman 0,69 persen, Kanada 0,15 persen dan 22,30 persen sisanya ke berbagai negara lainnya.

Adi Nugroho menambahkan ikan dan udang merupakan salah satu dari lima komoditas utama ekspor Bali yang memberikan andil terbesar yakni 18,91 persen. Subsektor perikanan merupakan salah satu dari lima subsektor yang menentukan pembentukan NTP Bali, terdiri atas tiga subsektor mengalami kenaikan dan dua subsektor mengalami  penurunan. Ketiga subsektor yang mengalami kenaikan selain subsektor perikanan juga  subsektor hortikultura  sebesar 1,25 persen dan tanaman perkebunan  1,15 persen.

"Sedangkan dua subsektor yang mengalami kemerosotan terdiri atas subsektor peternakan sebesar  0,72 persen dan tanaman pangan  0,33 persen," ujar Adi Nugroho.


(SAW)