Bangun LRT, Sri Mulyani Ajukan Tambahan Modal Negara Buat KAI Rp2 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 13 Jul 2017 13:56 WIB
lrtproyek lrt
Bangun LRT, Sri Mulyani Ajukan Tambahan Modal Negara Buat KAI Rp2 Triliun
Menkeu Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diwakilkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajukan tambahan penyertaan modal negara (PMN) untuk dua anak usaha di bawah kendali Kementerian BUMN.

Pengajuan itu diusulkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2017 yang disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Kamis 13 Juli 2017.

Ani menyebutkan kucuran modal tambahan yang diusulkan yakni untuk PT Kereta Api Indonesia/ KAI (Persero) sebesar Rp2 triliun dan PT Djakarta LIoyd (Persero) Rp379,3 miliar.

"Untuk PMN di APBNP 2017 kami mohon disetujui untuk KAI Rp2 triliun dan nontunai untuk Djakarta Lloyd Rp379,3 miliar," kata Ani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.




Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, PMN tambahan untuk KAI digunakan untuk menunjang kemampuan perusahaan transportasi pelat merah tersebut dalam menjalankan pembangunan sarana dan prasarana LET Jabodetabek.

Ani bilang, tambahan ini sudah dibicarakan dalam koordinasi dengan Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan dan kementerian atau lembaga terkait agar bisa menjalankan operasional LRT sesuai target yakni 2018-2019.

"Karena teterbatasan belanja negara maka ada konversi PT KAI dan belanja K/L Kemenhub dan PSO dalam pelaksanaan pengelolaan LRT Jabodetabek," ujar Ani.

Sementara itu, lanjut Ani untuk PMN nontunai Djakarta Lloyd berasal dari konversi utang subsidiary loan agreement (SLA) menjadi ekuitas.


(AHL)