Mendag Happy Gobel Restrukturisasi Utang Nyonya Meneer

Desi Angriani    •    Kamis, 10 Aug 2017 15:10 WIB
nyonya meneer
Mendag <i>Happy</i> Gobel Restrukturisasi Utang Nyonya Meneer
Mendag Enggartiasto Lukita. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengaku senang dengan keputusan mantan menteri perdagangan Rachmat Gobel untuk menyelamatkan perusahaan jamu legendaris Nyonya Meneer. Gobel merestrukturisasi utang Nyonya Meneer sebesar Rp7,04 miliar.

"Kalau ada yang bisa melakukan itu kita happy. Saya akan marah kalau nanti saya begitu sudah tidak jadi menteri saya tidak diajak," ujar Engggar di Kementerian Perdagangan, Jalan Abdul Muis, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Enggar menuturkan, dirinya segera menelepon Gobel untuk menyampaikan apresiasi dan mengonfirmasi hal tersebut. Perusahaan yang berdiri sejak 1919 ini, katanya, harus diselamatkan karena utangnya tak terlalu besar.

"Tapi ini informasi, saya segera telepon karena saya happy. Perusahaan itu terlalu besar untuk ada masalah sayang lah," tuturnya.

Menurut Enggar, banyak faktor yang bisa mengakibatkan jamu Nyonya Meneer pailit. Misalnya, manajemen dan internal yang kurang mumpuni dalam mengelola bisnis tersebut. Namun begitu, dia tetap mendukung Nyonya Meneer untuk terus mengembangkan usaha.

"Manajemennya saja yang kurang, mungkin ya. Tapi saya kan tidak boleh melihat, memberikan penilaian sebelum saya tahu internalnya apa yang terjadi," tandasnya.

Perusahaan jamu Nyonya Meneer telah berdiri sejak 1919. Keterbatasan dan keprihatinan masa pendudukan Belanda di awal 1900-an tidak menjadikan Nyonya Meneer  putus asa di saat sang suami jatuh sakit.

Berbekal sedikit pengetahuan, Nyonya Meneer meracik aneka tumbuhan dan rempah untuk diminum suaminya. Ternyata ramuan itu mujarab, padahal berbagai pengobatan tidak mampu memulihkan kondisi sang suami.

Cikal bakal industri jamu terbesar di Indonesia ini merupakan perusahaan keluarga yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Melalui putri Nyonya Meneer, pada 1940 didirikan cabang toko Nyonya Meneer di Jalan Juanda, Pasar Baru, Jakarta Pusat dan terus berkembang hingga 2015.

Bahkan, perusahaan jamu Nyonya Meneer pada 2006 berhasil memperluas pemasaran jamu ke Taiwan sebagai bagian ekspansi perusahaan ke pasar luar negeri setelah sebelumnya berhasil memasuki Malaysia, Brunei, Australia, Belanda, dan Amerika Serikat.

 


(AHL)