Papua Diminta Genjot Populasi Sapi Potong

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 15 Sep 2017 12:22 WIB
kementerian pertaniansapi
Papua Diminta Genjot Populasi Sapi Potong
Ilustrasi sapi potong. (FOTO: Dokumentasi Kementerian Pertanian)

Metrotvnews.com, Merauke: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan percepatan peningkatan populasi sapi di dalam negeri.

Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita pun meminta Provinsi Papua untuk terus menggenjot peningkatan capaian pelaksanaan Upaya Khusus Sapi-Kerbau Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) dengan melakukan kegiatan penyerentakan berahi (sinkronisasi berahi) yang kemudian dilaksanakan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi dan kerbau milik masyarakat.

Menurut I Ketut Diarmita, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar berupa lahan dan sumber pakan yang cukup besar. Potensi ini sangat baik untuk dapat dimanfaatkan dalam pengembangan subsektor peternakan, khususnya untuk pengembangan sapi potong dengan cara membuat kawasan pengembalaan ternak.

"Pengembangan usaha peternakan sapi potong memiliki peran strategis dalam pembangunan perekonomian masyarakat di Papua, termasuk juga untuk pemenuhan pangan asal ternak yang merupakan kebutuhan dasar utama manusia dan bagian dari hak asasi setiap rakyat Indonesia," ujar dia dalam siaran persnya, Jumat 15 September 2017.

Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk mendukung keberhasilan program Upsus Siwab di Provinsi Papua, Ditjen PKH Kementan akan segera membangun Balai Veteriner di Jayapura.

Kegiatan tersebut akan dimulai dengan pembelian tanah pada 2017 melalui dana APBNP 2017, selain itu juga Ditjen PKH sedang mengkaji dan mengupayakan untuk hadirnya UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak di Kabupaten Merauke Provinsi Papua. Pemerintah Kabupaten Merauke pun diharap dapat menyediakan lahan untuk rencana pembangunan UPT Perbibitan tersebut.

Wakil Bupati Merauke Sularso menambahkan, terkait lahan akan diperjuangkan untuk RTRW Peternakan sapi dan pengembangan integrasi padi-sapi.

"Hal ini tentunya untuk saling memanfaatkan hasil limbah padi yang dapat digunakan untuk pakan ternak dan kotoran hewan dan untuk pupuk padi di sawah," ujar Sularso.

Selain itu Kabupaten Merauke juga  telah menyiapkan tanah seluas 260 hektare (ha) di distrik Purik dengan status sertifat tanah pemda kabupaten untuk dikembangkan pembiakan sapi potong. "Kondisi tanah tersebut saat ini sudah ada kandang dengan kapasitas 200 ekor untuk mendukung pengembangan sapi indukan," tambahnya.


(AHL)