MarkPlus Gelar ASEAN Marketing ke-3

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 05 Sep 2017 15:59 WIB
mark plus
MarkPlus Gelar ASEAN Marketing ke-3
Founder & Chairman Markplus, Inc? Hermawan Kartajaya. (FOTO: MTVN/Anindya Legia)

Metrotvnews.com, Jakarta: MarkPlus Inc. berkolaborasi dengan Philip Kotler Center for ASEAN Marketing akan menggelar the 3rd ASEAN Marketing Summit (AMS) 2017. Agenda tersebut seiring dengan peringatan ke-50 tahun ASEAN disertai peringatan 20 tahun kerja sama ASEAN Plus Three (APT) dengan Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Di tahun ketiganya ini, ASEAN Marketing Summit akan digelar sehari penuh pada 7 September 2017 di Raffles, Jakarta dengan mengangkat tema "ASEAN & Indonesia: New Opportunities from The East".

Mengutip siaran persnya, Selasa 5 September 2017, The 3rd ASEAN Marketing Summit 2017 akan menjadi platform yang mempertemukan para akademisi dan praktisi industri terkemuka dari berbagai arena bisnis dan pemasaran.

Para pembicara pun akan membahas isu-isu paling aktual yang dihadapi ASEAN sebagai poros kekuatan ekonomi baru yang patut diperhitungkan. ASEAN mewakili 6,2 persen GDP dunia pada 2016, hampir dua kali lipat bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2016, GDP bersama ASEAN sejak dimulai ekonomi tunggal menempati peringkat enam terbesar di dunia dan peringkat ketiga di Asia dengan nilai USD2,55 triliun atau lebih dari empat kali bila dibandingkan pada 1999.

Pada kenyataannya, ASEAN makin disorot di kancah global, baik karena kesolidan dalam hal politik dan keamanan maupun ekonomi. Tak heran, banyak perusahaan lokal, regional, maupun multinasional yang sukses di ASEAN lantaran punya strategi dan taktik yang khas.

Acara The 3rd ASEAN Marketing Summit didukung penuh oleh ASEAN Secretariat, dimana H.E. Lê
L??ng Minh bertindak sebagai Secretary-General of ASEAN dan membuka agenda tersebut. Ia mengatakan bahwa ASEAN telah berkontribusi besar dalam pembangunan, menjaga stabilitas, dan kesejahteraan bersama.




"Organisasi ini telah menjadi model kerja sama multilateral dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan yang mumpuni di mata dunia. Pencapaian itu kita raih dengan dialog, diplomasi, dan keterbukaan yang bertanggung jawab," tambah Lê L??ng Minh.

Tidak hanya itu, sejumlah duta besar misi untuk ASEAN dari tiga negara, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan akan turut memberikan sambutan dan apresiasinya pada tiap-tiap sesi yang akan membahas lebih dalam mengenai signifikansi perkembangan ekonomi ASEAN melalui kerja sama dengan tiga negara tersebut.

Sebagai pertemuan para perwakilan antarnegara tersebut, AMS menjadi momentum bagi pemerintah dan pelaku bisnis untuk mencari berbagai peluang. AMS akan diakhiri dengan special session bersama Jochen Wirtz, Director of UCLA-NUS MBA Program. Seorang pakar services kelas dunia yang akan membahas konsep tentang services marketing terkini di ASEAN.

Sementara sesi Jochen akan berfokus pada pembahasan transformasi bisnis di kawasan ASEAN dari manufaktur menjadi jasa. Sejumlah pembicara lainnya yang akan hadir dan berbagi pandangan serta update marketing di antaranya Laina Greene, Senior Adjunct Lecturer NUS Business School Singapore, Hooi Den Huan Director of Nanyang Technopreneurship Center NTU Singapore.

Kemudian Ahmad Bambang Staf Khusus Bidang Marketing dan Branding Kementerian BUMN RI, Faizal Rochmad Djomaedi President Director Telin Indonesia, Ricky Afrianto Global Marketing Mayora Indonesia, serta Philip Jusario Vermonte Executive Director CSIS Indonesia.

Adapula Haijun Wang President Shanghai Decent Investment Group China, Zhang Hong Mei Head of Cross Border Business Department JD.ID China, Noriyuki Kawakubo President Director Fujifilm Indonesia, Mukiat Sutikno President Director Hyundai Indonesia, dan masih banyak lagi.

Dalam acara ini turut diberikan penghargaan bagi berbagai perusahaan dari Tiongkok, Jepang, dan Korea yang telah mampu secara signifikan memajukan ekonomi dan turut mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia.

AMS akan dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara Asia Marketing Federation (AMF) yang saat ini beranggotakan 16 negara, yakni Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Hong Kong, Mongolia, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Bangladesh, Kamboja, Sri Lanka, Vietnam, dan Myanmar.


(AHL)