Jelang Lebaran, Bank Indonesia Layani Penukaran Uang Baru

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 08 Jun 2017 07:00 WIB
bank indonesia
Jelang Lebaran, Bank Indonesia Layani Penukaran Uang Baru
Bank Indonesia memfasilitasi warga menukarkan uang lama dengan uang emisi baru tahun 2016 di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Juni 2017 (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu yang khas dari Hari Raya Idul Fitri ialah tradisi bagi-bagi uang. Mereka, terutama anak-anak, akan sangat senang jika menerima uang yang masih baru.

Tahun ini, tradisi bagi-bagi uang saat Lebaran akan makin semarak dengan kehadiran uang emisi baru tahun 2016. Tak heran, masyarakat berbondong-bondong mulai menukarkan uang lama dengan uang emisi baru tahun 2016 ke sejumlah bank.

Tak ketinggalan, Bank Indonesia (BI) pada tahun ini hadir untuk melayani penukaran uang emisi baru tahun 2016. BI melayani transaksi penukaran uang emisi baru tahun 2016 di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Juni 2017. BI menggandeng 13 bank yang terdiri atas bank swasta dan BUMN untuk mempercepat transaksi penukaran uang.

Di antara 13 bank tersebut ialah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), BNI Syariah, Mandiri, Mandiri Syariah, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank DKI, Bank Mega, Bank Permata, Maybank, CIMB Niaga, dan BJB.

Kepala KPw BI DKI Jakarta Doni P Joewono yang ditemui di lokasi penukaran uang, mengatakan, stok uang emisi baru tahun 2016 yang disiapkan di Monas pada Rabu 7 Juni 2017, sebanyak Rp5,5 miliar. Setiap orang dibatasi menukar uang maksimal Rp3,7 juta. Untuk menukarkan uang, setiap orang wajib membawa KTP asli untuk direkam datanya, sehingga orang tersebut tidak akan bisa menukar lagi jika telah melebihi nominal Rp3,7 juta.
 

Kepala KPw BI DKI Jakarta Doni P Joewono (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

"Dari 14 mobil (13 bank dan 1 BI) masing-masing membawa 100 paket uang. Satu paket senilai Rp3,7 juta. Stok hari ini sekitar Rp5,5 miliar," ujar Doni.

Pantauan Metrotvnews.com di lokasi pelayanan penukaran uang emisi baru tahun 2016 di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, warga antusias mengantre. Mereka mulai berdatangan sejak pagi, meski penukaran baru dimulai pukul 09.30 WIB. Transaksi penukaran dibatasi hingga pukul 14.00 WIB.

"Untuk peserta penukar uang, kita maksimalkan 1.400 nomor. Biasanya sebelum pukul 14.00 WIB, sudah habis. Sebanyak Rp5,5 miliar habis hari ini," ucap Doni.
 

Warga mengantre hendak menukarkan uang lama dengan uang emisi baru tahun 2016 (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

BI telah melakukan pelayanan penukaran uang emisi baru tahun 2016 sejak 22 Mei 2017, dan akan berlangsung hingga 22 Juni 2017. Sementara, 13 bank komersial akan mulai melayani penukaran uang pada 5 Juni 2017 hingga 16 Juni 2017.

Masih ditemui di lokasi yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan, stok uang emisi baru tahun 2016 yang disiapkan sekitar Rp70 triliun dari Rp200 triliun stok uang secara keseluruhan (uang lama dan uang baru). Menurutnya, jumlah tersebut lebih dari cukup.

"Stok kita hampir Rp200 triliun. Kalau kebutuhan setiap tahun, kita prediksi untuk tahun ini sekitar Rp167 triliun. Cukup untuk memenuhi kebutuhan uang lama dan uang baru. Kalau uang emisi baru tahun 2016, sekitar Rp70 triliun. Semuanya uang baru cetak," kata Sugeng menjelaskan.


Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)
 
Penukaran uang cetakan baru tidak hanya dilakukan di Jakarta saja, namun juga di seluruh wilayah perkantoran BI, terutama di kota-kota besar seperti Medan dan Semarang. Dalam transaksi penukaran uang, BI bersama perbankan ikut menyeleksi uang palsu yang diprediksi banyak beredar di masyarakat. Begitu juga dengan uang yang sudah tidak layak lagi beredar.

"Supaya penyebaran pecahan uang jumlahnya cukup, masyarakat dapat menukarnya melalui kas titipan yang sudah dilakukan kerja sama perbankan di sekitar 77 kota, ditambah 45 kantor BI. Jadi, ada 122 titik di seluruh Indonesia, cukup untuk menyebarkan uang ini," kata Sugeng.

BI akan mempercepat penyebaran uang emisi baru tahun 2016 hingga ke daerah terluar, terdepan, dan terpencil. Daerah perbatasan menjadi prioritas untuk menyuplai kecukupan uang.

"Harus ada uang beredar di daerah perbatasan. Begitu juga dengan fasilitas money changer, sehingga orang mau menukar uang asing lebih lama," kata dia.


Bus tempat penukaran uang di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Juni 2017 (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba) 

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengatakan, pihaknya mendistribusikan uang cetakan baru ke perbankan sebesar Rp26,5 triliun. Kemudian, dari perbankan mendistribusikan kembali ke kas titipan sebesar Rp4,5 triliun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat penyebaran uang cetakan baru.

"Kas titipan itu dikelola oleh BI, juga dikelola oleh perbankan setempat," tutur Suhaedi.

Ada pun jumlah transaksi penukaran uang baik uang emisi tahun 2016 maupun emisi sebelumnya hingga hari ini tercatat Rp195 miliar. Pelayanan penukaran masih akan diselenggarakan hingga hari menjelang Lebaran.

"Jika tidak sempat menukar hari ini, masyarakat bisa melakukan penukaran di kantor bank yang sebagian sudah memasang spanduk melakukan penukaran uang. Bisa juga di BI. Dengan demikian, masyarkat akan terhindar dari uang palsu, dan tidak dipungut biaya. Kalau menukar Rp100 ribu, ya dapatnya Rp100 ribu," ucap Suhaedi.


(ROS)

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

5 hours Ago

Tiga maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya melakukan kebijakan me…

BERITA LAINNYA