Memiliki Perusahaan di Luar Negeri tak Selalu Bermotif Negatif

Dheri Agriesta    •    Selasa, 07 Nov 2017 19:06 WIB
paradise paper
Memiliki Perusahaan di Luar Negeri tak Selalu Bermotif Negatif
Wapres Jusuf Kalla. Dok: Terbit.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah nama pejabat dan pengusaha asal Indonesia masuk dalam daftar dokumen Paradise Papers. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, ada dua motif para pengusaha membuat perusahaan di luar negeri.

Ini bukan pertama kalinya nama pejabat dan pengusaha Indonesia keluar dalam dokumen internasional. Sebelumnya, ada Panama Papers, dokumen yang merupakan daftar nama perusahaan cangkang yang dimiliki pengusaha untuk menggelapkan pajak.

"Motif pertama ingin menghindari pajak," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 7 November 2017.




Kedua, bisa saja pengusaha ingin memudahkan akses ke luar negeri dan dalam negeri. Dengan membuat perusahaan di luar negeri, pengusaha bisa mendapatkan kredit dari luar negeri yang kemudian dipakai untuk pengembangan dalam negeri.

Motif kedua ini merupakan motif positif. Motif yang tak dibolehkan adalah memiliki perusahaan di luar negeri untuk menghindari pajak. Kalla menyebut, pengusaha memiliki banyak akal dalam menjalankan bisnisnya.

"Asalkan (mereka) tetap bayar pajak," kata Kalla.

 


(SAW)