BI Mulai Integrasikan Uang Elektronik di Tol Cipali saat Mudik

Eko Nordiansyah    •    Senin, 20 Mar 2017 15:59 WIB
transaksi non tunai
BI Mulai Integrasikan Uang Elektronik di Tol Cipali saat Mudik
Suasana mudik di Jalan Tol Cipali. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) berharap penerapan interkoneksi dan interoperabilitas uang elektronik dapat dilakukan pada Juni 2017. Nantinya produk uang elektronik yang dikeluarkan dari setiap bank bisa digunakan untuk setiap transaksi di infrastruktur yang dimiliki bank lain.

Deputi Gubernur BI Sugeng mengatakan, aturan ini akan direalisasikan pada saat mudik tahun ini. Rencananya interkoneksi dan interoperabilitas dilakukan di Tol Cipali yang saat ini baru bisa menggunakan kartu uang elektronik milik PT. Bank Central Asia Tbk (BCA).

baca : 2017, Transaksi Nontunai untuk Pengguna Jalan Tol Diwujudkan

"Di ruas jalan tol akan gunakan kartu (uang) elektronik, jadi yang cash kita kurangi. Kita harapkan bisa berjalan, paling enggak di jalan Tol Cipali ya, mudik diharapkan bisa tap. Bisa dibaca, misalkan BCA, Mandiri, bisa dibaca semua," ujarnya di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin 20 Maret 2017.

Dirinya menambahkan, hal ini masuk dalam program National Payment Gateway (NPG) yang bertujuan meningkatkan peran dari perbankan domestik untuk bisa memfasilitasi daripada transaksi non tunai. Aturan NPG sendiri akan diterbitkan oleh bank sentral melalui Peraturan BI (PBI) yang rencananya akan dirilis pada akhir Maret mendatang.

"Sehingga sekarang kita masih membangun 3 S. Pertama standard, ada lembaga standard karena di PBi itu ada pengembangan standard. Kedua adalah switching, lembaga switchingnya. Kemudian service-nya, karena payment gateway masih tersegmentasi, jadi mereka itu belum terinterkoneksi dan interoperabilitas," jelas dia.

BI berharap aturan ini akan selesai pada tahun depan. Selain itu, bank sentral juga berharap agar NPG dapat membuat biaya yang dikeluarkan oleh bank lebih efisien serta interoperabilitasnya dapat terbentuk.

"Antar mereka itu tidak bisa, misalkan bank A anggota switching 1, tidak bisa bertransaksi dengan bank di bawah lembaga switching satunya sehingga tidak efisien. Tahun depan kita akan interkkoneksikan antar perusahaan switching dan pelakunya, sehingga interoperabilitas terbentuk," pungkasnya.





(SAW)