Kadin Siap Pasarkan Produk Unggul Indonesia

Husen Miftahudin    •    Rabu, 12 Oct 2016 17:54 WIB
kadin
Kadin Siap Pasarkan Produk Unggul Indonesia
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10/2016). MTVN/Eko Nordiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2016. Pagelaran tersebut diharap membuka pasar baru bagi produk-produk unggul Indonesia yang siap merekah di perdagangan global.

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pembukaan pasar baru ada di beberapa negara seperti India, Korea Selatan, Mesir, Iran, Bangladesh, serta negara-negara Afrika. Kadin menyatakan siap sedia memasarkan berbagai jenis produk unggulan Indonesia di luar negeri demi mengembangkan potensi pasar baru produk tersebut.

"Kita melihat ini sebagai peluang jangka panjang. Jadi, rencananya harus jangka panjang. Dari segi pasar mungkin secara value belum besar, tapi kita sudah mulai masuk, terutama UMKM yang kita dorong. Kita jemput bola," ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Selain Afrika dan Asia, Kadin juga telah memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara Amerika Latin yang tergabung dalam Mesocur seperti Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay, Venezuela, dan Bolivia.

"Sudah ada kesepakatan untuk mulai penjajakan dengan Kadin. Jadi mereka juga mengikutsertakan pimpinan organisasi perdagangan dan industri. Sudah ada kesepakatan dengan kita," ungkap Rosan.

Rosan menyatakan telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Uruguay Affair Rodolfo Nin Novoa, untuk membahas langkah-langkah konkret bagi peningkatan investasi di bidang bisnis sapi.

Uruguay merupakan salah satu pintu masuk produk unggulan Indonesia ke pasar Amerika Selatan, khususnya produk furnitur, kerajinan tangan, makanan dan minuman olahan serta consumer goods. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Paraguay pada 2015 sebesar USD45,63 juta. Pada periode Januari-Juli 2016, perdagangan antarnegara tercatat USD32,9 juta.

"Paraguay termasuk negara lima terbesar dalam bisnis sapi. Kita tahunya Australia dan India, ternyata Paraguay adalah nomor lima terbesar di dunia. Sebetulnya bukan hanya itu saja, kita juga banyak belajar mengenai clean energy dan   renewable energy," jelas dia.

Di sisi lain, Rosan berharap pemerintah agar dapat memberikan insentif untuk ekspor UKM agar  basis dari eksportir nasional semakin banyak.

"Jadi kita juga ada diversifikasi produk, barang, market, dan penambahan eksportir. Memang terobosan itu harus banyak dan harus kerja sama dengan pemerintah dari segi insentifnya," tegas Rosan.


(SAW)