IKF V – 2016 Tekankan Pentingnya Kreativitas dan Pengetahuan dalam Membangun Bisnis

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 13 Oct 2016 00:00 WIB
berita bca
IKF V – 2016 Tekankan Pentingnya Kreativitas dan Pengetahuan dalam Membangun Bisnis
Indonesia Knowledge Forum (IKF) V – 2016 diselenggarakan pada 6-7 Oktober (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui BCA Learning Service menggelar Indonesia Knowledge Forum (IKF) V – 2016, pada 6-7 Oktober. Forum tersebut merupakan bagian dari komitmen BCA dalam mendukung pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Dengan kembali mengangkat tema besar Moving Our Nation to the Next Level, kali ini BCA memilih tema “Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy” sebagai fokus pembahasan. Tema ini diangkat sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui industri berbasis kreativitas dan  pengetahuan.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan kreativitas dalam menjalankan suatu bisnis. Sebab, jika hanya mengandalkan kreativitas saja, maka bisnis yang dijalankan akan tidak berkembang. Begitu pun sebaliknya.

"Kalau hanya mengandalkan kreativitas, tapi tidak mempunyai pengetahuan juga tidak bisa," ujar Jahja, di Ritz Carlton Hotel Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Oktober 2016.

Pada IKF V ini, BCA menghadirkan 12 pembicara yang berpengalaman dalam bidang bisnis untuk berbagi pengalaman berbisnis dengan mengandalkan pengetahuan dan kreativitas mereka.

"Kalau belajar sendiri kan trial and error. Kalau ini belajar dari orang yang berpengalaman dalam industrinya, dalam kepemimpinannya. Lalu, bagaimana menggali kreativitas supaya dipadu untuk kebutuhan Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja," kata Jahja.

Jahja mengajak seluruh generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan pengetahuannya dalam membangun sebuah bisnis. "Jangan berharap mau jadi pegawai saja, tetapi lebih pada bagaimana mengembangkan bakat, mengembangkan kreativitas untuk membuat sesuatu ekonomi baru,” kata Jahja.

IKF V juga membawa pesan bagi generasi muda agar bersabar dalam memulai suatu bisnis. Sebab, generasi muda saat ini cenderung ingin meraih kesuksesan dengan cara instan. Padahal untuk meraih suatu kesuksesan harus melewati beberapa proses sebelum menikmati hasilnya pada kemudian hari.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong yang menghadiri IKF V menjelaskan, sudah saatnya ekonomi bangsa Indonesia naik ke level berikutnya melalui pengembangan kreativitas yang dipadukan dengan pengetahuan. Bicara soal kreativitas dan pengetahuan, berarti terkait inovasi. Sementara, inovasi itu berawal dari eksperimen.

Pria yang kerap disapa Tom Lembong itu mengingatkan kepada generasi muda untuk berani mencoba sesuatu dengan pengetahuannya, lalu dikembangkan dengan kreativitas. Thomas juga meminta kepada generasi muda untuk tidak takul gagal dan segera bangkit.

"Sifatnya pasti ada yang berhasil dan gagal, antara 70-90 persen gagal. Artinya, inovasi lahir dari eksperimen, pasti banyak menciptakan kegagalan. Dalam hal ini, kita harus inginkan kegagalan, itu contoh mental mindset di mana sebetulnya tidak usah takut gagal, harus inginkan kegagalan. Selama bukan niat jahat dan kesalahan yang sama diulang terus," ucap mantan Menteri Perdagangan (Mendag) itu.

Penyelenggaraan IKF V ini disambut baik oleh para nasabah BCA. Salah satunya, Victor Adiguna. Nasabah BCA Prioritas ini mengaku tertarik ketika membaca undangan IKF V. Satu hal yang membuatnya tertarik datang karena topik pembahasan mengenai kreativitas dan pengetahuan dalam pengembangan dan peningkatan kualitas SDM. Dia mengaku, banyak belajar hal dari apa yang disampaikan oleh Jahja Setiaatmadja dan Thomas Lembong.

 
Wakil Presiden Direktur BCA Armand W Hartono, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, dan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)


Dari acara ini, ia sadari dalam berbisnis bukan hanya sekadar membuat program, tetapi membuat program terukur dan melakukan manajemen inovasi dalam perusahaan supaya semakin berkembang.

"Apalagi adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan perusahaan asing masuk bebas dan perusahaan lokal bisa kompetitif dengan inovasi dan bagaimana SDM bisa memiliki pola pikir inovasi. Jadi tidak seperti biasanya, tapi setiap hari semakin membaik melalui inovasi," tutur Victor.

Senada dengan Victor, nasabah BCA Prioritas lainnya, Dion Antonio Sundojo, mengatakan sangat tertarik dengan acara ini. Ia sependapat dengan pernyataan Thomas Lembong bahwa dengan kreativitas dan pengetahuan, akan membuat bangsa Indonesia bisa bersaing di kancah internasional.

"Kreativitas itu harus dibarengi dengan inovasi, jadi inovasi adalah hal mendorong terciptanya kreativitas dan kreativitas itu didorong bersama dengan knowledge, karena tanpa knowledge, kreativitas kita itu tidak bisa berjalan maksimal. Sebaliknya, knowledge tidak diiringi dengan kreativitas yang ada akan disitu-situ saja, tidak semakin maju," imbuhnya.

Pada hari pertama IKF, terdapat empat pembicara yang sudah berpengalaman dunia bisnis kreatif dan pakar di bidang ekonomi untuk membagikan pengalaman dan pandangannya terkait langkah-langkah yang dilakukan dalam memulai sebuah bisnis dengan kreativitas dan pengetahuan.

Mereka adalah, Pengamat Ekonomi sekaligus Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk Tony Prasetiantono, Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo, Founder of Yayasan Surya Institute Yohanes Surya, dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.

Seperti Yohanes Surya yang mengatakan bahwa sebenarnya orang Indonesia itu rata-rata orang yang kreatif. Namun kreatifnya muncul ketika menjawab suatu pertanyaan dengan hal-hal yang konyol.

Kata Yohanes, kreativitas seseorang juga bergantung dari lingkungannya. Oleh sebab itu, kreatif itu butuh proses dan ada tiga proses supaya orang bisa berpikir kreatif. "Saturasi, inkubasi, dan iluminasi," katanya.

Saturasi merupakan masuknya informasi, inkubasi merupakan proses penyerapan ide, dan iluminasi ketika seseorang mendapatkan sebuah ide. Ia mencontohkan proses ini secara keseluruhan ketika Archimedes menemukan bahwa berat air yang tumpah sama dengan gaya yang diterima tubuhnya.


CEO Tokopedia William Tanuwijaya (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Dari sudut pandang yang lain, CEO Tokopedia William Tanuwijaya menjelaskan sebelum menggunakan kreativitas dan pengetahuannya untuk memulai bisnis e-commerce, menurutnya harus ada keberanian untuk memulai bisnis ini. Sebab munculnya Tokopedia di Indonesia juga merupakan awal mulanya e-commerce lahir di Indonesia.

Lalu kreativitas dan pengetahuan digunakan dalam menjawab berbagai tantangan dan hambatannya. Contohnya, apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan kendala transfer uang dari pembeli kepada penjual. "Bisnis ini menyangkut kepercayaan, antara penjual dan pembeli yang bertransaksi secara online," pungkasnya.

Sesuai dengan temanya, IKF V menyediakan tempat bagi para startup generasi milenial untuk menjadi bagian dari kegiatan ini. Pertumbuhan generasi milenial atau yang dikenal sebagai Gen Y lahir pada kurun waktu 1990 hingga 2000-an dipercaya akan membawa perubahan dan menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia maupun dunia.

Milenials yang akrab dengan teknologi digital ini banyak membawa pengaruh pada perubahan gaya hidup, mulai dari cara berkomunikasi, cara berinteraksi melalui jejaring sosial, transaksi pembayaran, hingga model bisnis baru yang kreatif.

Selain itu, IKF V juga tetap berfokus pada tema besar, yakni “Moving Our Nation to the Next Level” yang berlandaskan pada semangat untuk membangun negeri melalui pengetahuan. IKF diharapkan tetap mampu menjadi salah satu motor penggerak dan advokasi bangsa, baik dalam maupun luar negeri.

IKF V ditutup pada penyelenggaraan hari kedua oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dengan paparan inspiratifnya. Peserta IKF diharapkan dapat menerima manfaat dari acara.

Pada hari kedua dihadirkan pembicara yaitu Managing Director PT Eka Sari Loren Logistic Eka Sari Lorena, Executive Director The Nielsen Indonesia Yongky Susilo, Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi, Founder Wisata Lembang Perry Tritianto, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Pengamat Ekonomi Burhanuddin Abdullah, Komisaris Independent Cyrillus Harinowo, Presiden Direktur PT IBM Indonesia Gunawan Susanto, Co-Founder CSI School on Innovation Avanti Fontana, Kepala Eksekuti Lembaga Penjamin Simpanan Fauzi Ichsan, Perancang Busana Anne Avantie, Indiepreneur, Stand Up Comedian Pandji Pragiwaksono, dan Komisaris MatahariMall.com Emirsyah Satar.


(ROS)