Alasan Kenapa Dividen Antam Lebih Rendah dari PTBA

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 12 Apr 2018 18:59 WIB
antam
Alasan Kenapa Dividen Antam Lebih Rendah dari PTBA
Dirut Inalum Budi Sadikin. ANT.

Jakarta: PT Aneka Tambang (Antam) Tbk (ANTM) membagikan 35 persen dari laba tahun lalu sebagai dividen. Padahal PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang juga sama-sama anggota Holding Industri Pertambangan membagikan dividen lebih banyak, yakni mencapai 75 persen dari laba 2017.

Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, perbedaan penarikan dividen dua anggota holding tersebut disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaannya. PTBA memiliki kas yang lebih besar dibandingkan dengan Antam.

"PTBA cash banyak sekali. Sebagai investor, kami mau kalau perusahaan return on equity (ROE)-nya tinggi. Kalau perusahaan terlalu banyak cash, dan tidak ada pinjaman biasa ROE-nya jadi rendah," kata dia ditemui usai RUPST di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 12 April 2018.

Dirinya menambahkan, kondisi ROE yang rendah sementara ekuitas yang tinggi akan berdampak kurang baik bagi perusahaan. Seharusnya, lanjut dia, dengan menyertakan pinjaman maka kelebihan kas bisa digunakan untuk investasi agar ROE-nya bisa lebih tinggi.

"Itu biasa dilihat berapa debt to EBITDA ratio-nya. Dengan (utang) itu mempertinggi ROE. Modal enggak usah terlalu besar, bisa diisi dengan utang. Kalau terlalu banyak enggak sehat, terlalu kecil juga istilahnya (enggak pas) pemanfaatan balance sheet enggak maksimal," jelas dia.

Menurut dia, debt to EBITDA PTBA sebesar nol persen sehingga menyisakan kas yang melimpah. Dalam setahun  Earning, Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) PTBA mencapai Rp9 triliun sedangkan belanja modal (capex) hanya sekitar Rp6 triliun sehingga masih ada cashflow Rp3 triliun.

"Kalau mau efisien itu dari cash Rp2 triliun sampai Rp3 triliun, sisa dari pinjaman. Karena kondisi seperti itu, kami tarik dividen. Nah, kalau Antam ini kebalikan, debt to EBITDA-nya 500 persen lebih. Enggak bisa terlalu banyak ditarik, balance sheet-nya sudah ketat," pungkasnya.


(SAW)